oleh

1 Orang Positif Corona, Kemenag Maluku Kumpulkan Lima Tokoh Agama

Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menyusul pengumuman resmi Walikota Ambon terkait satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Ambon dinyatakan positif terinfeksi pandemi COVID-19, Pelaksana tugas (Plt) Kakanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis meminta masukan dari lima tokoh agama sebagai langkah preventif dalam menanggulangi virus yang telah menelan banyak korban jiwa di dunia.

“Saya kumpulkan kalian para tokoh agama ini guna sama-sama memberikan masukan untuk langkah antisipasi yang nantinya akan dijadikan bahan rujukan Kemenag Maluku,” kata Plt Kakanwil didampingi Pembimas Buddha, Sariyono dalam Rapat Darurat Terbatas di Ruang Pertemuan Kanwil Kemenag Maluku, Senin (23/3).

Link Banner

Kelima tokoh agama yang hadir dalam rapat tersebut diantaranya Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo, perwakilan Sinode GPM, perwakilan Uskup Diosis Amboina, Ketua Walubi Maluku, Wilhemus Jawerissa dan Ketua PHDI Maluku, I Nyoman Sukadana.

Plt Kakanwil lebih lanjut juga meminta tanggapan masing-masing tokoh agama mengenai edaran atau fatwa lembaga keagamaan tingkat pusat tentang panangguhan sementara ibadah secara berjamaah sekaligus himbauan untuk menenangkan masyarakat di tengah wabah pandemik corona.

Menyangkut langkah antisipasi dalam kondisi darurat wabah Corona saat ini, Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo beranggapan pihaknya masih menggunakan standar pemerintah dan otoritas kesehatan dunia, yakni cuci tangan, salam jarak jauh, hindari kontak fisik, sajadah yang biasa di pakai di masjid  digulung dan masing-masing kalau bisa dibawah dari rumahnya.

Sementara untuk fatwa MUI Pusat, Latuapo menjelaskan bisa beragam tanggapannya. Namun, jika dalam rangka antisipatif pihaknya sepakat akan hal itu.

“Inikan korbannya satu sudah ada, kita MUI Maluku juga bakal rapat untuk fatwakan agar shalat Jum’at dan ibadah berjamaah sementara ditangguhkan dulu demi kemaslahatan bersama,” kata Latuapo.

Hal senada disampaikan Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi melalui perwakilannya, bahwa sejak 21 Maret 2020 kemarin Keuskupan sudah meniadakan ibadah Misa dan pertemuan yang melibatkan orang banyak.

“Gereja Katolik semua sepakat meniadakan ibadah di gereja sampai 4 April 2020 dan untuk paska kita masih menunggu perkembangan situasi untuk kita rayakan tanpa jamaat,” ungkap Uskup.

Para pastor juga diminta agar perayaan dibuat dalam bentuk live streaming untuk umat Katolik bisa menyaksikan.

“Waktu tenang diharapkan agar tidak digunakan untuk pergi ke mall, pasar dan pusat keramaian. Ikuti seruan pemerintah demi kebaikan kita semua,” pesan Uskup.

Sementara pesan seragam disampaikan tiga tokoh agama lainnya. Mereka meminta masyarakat dan umat beragama mengikuti anjuran yang disampaikan oleh pemerintah.

Dalam situasi darurat kesehatan sekarang ini, para tokoh agama mengajak umat beragama terus berikhtiar dan berdoa. Semoga bangsa Indonesia khususnya Maluku memperoleh perlindungan dan pertolongan Tuhan.

Ujian ini diharapkan menguatkan kesadaran transedental umat beragama sebagai makhluk yang lemah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Mari jaga kesehatan diri, keluarga, lingkungan dan melindungi keselamatan bersama. Taati imbauan pemerintah yang pasti sudah disesuaikan dengan aturan agama, dan patuhi saran para ahli kesehatan,” pungkas Ketua PHDI Maluku bersama Ketua Walubi dan Perwakilan Sinode GPM Ambon. (keket/inmas/zam)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed