10 Puisi Firman Wally

oleh -599 views

Tahoku, 14 Februari 2023

=========

AKU GELOMBANG YANG MATI

Dan aku gelombang yang mati di dada samudra, mencari gemuruh angin menghibur sunyi agar datangnya bunyi. Dan dalam kesunyian yang tidak lagi didengar adalah sapaan merdu, seperti duhai kanda aku merindu, sekarang sapaan merdu itu sudah dipeluk oleh masa lalu. Dan aku masih saja gelombang yang mati di dada samudra, yang bisa kulakukan berusaha menghidupkan buih agar sunyi tidak lagi menjadi raja dalam sepi. Dan aku masih saja gelombang yang mati, berharap dalam sepi ada yang temani, minimalnya bayanganku sendiri.

Tahoku, 28 November 2020

=======

LELAKI LAUT

Di laut lepas
Lelaki laut mengawali senja hingga pagi
Dengan kata-kata penghangat jiwa
Dari dinginnya nasib di atas luasnya samudra

Baca Juga  Puslitbang Polri Teliti Penanganan Unjuk Rasa di Polres Tual

Ketika matahari mulai condong di punggung tanjung
Berbincanglah ia dengan dinginnya angin
tanpa sebuah pelukan
sebelum gelombang dipecahkan oleh karang
Sebab tak akan baik nasib baik
Bila tidak dijalankan dengan lembut
doa-doa seorang ibu menjelang subuh

Tahoku, 14 Februari 2023

=====

BELAJAR TUMBUH DARI PELUH

Maka buih akan pecah saat musim timur mencakar samudra. Kemudian ketabahan-ketabahan akan mengalir dari hulu menuju muara dan menjadi anak samudra yang menampung segala doa dan membawanya menuju langit ke tujuh, dan jatuh serupa hujan dari awan yang memikul sejuta harapan.
Setelah musim timur usai kita kembali berkumpul merayakan laut pasang surut, lalu kita saksikan ikan-ikan meloncat dengan riang dari terumbu yang lahir dari rahim pulau ibu, ikan itu berenang bebas di perahu ayah yang selalu dijadikan bahu dari tempo dulu, dari aku belajar tumbuh hingga menikmati asinnya peluh.

No More Posts Available.

No more pages to load.