Terkendala Pasokan Chip Semikonduktor, Honda Scoopy Stop Produksi Sementara

oleh -15 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Masalah chip semikonduktor yang melanda sejumlah pabrikan otomotif dunia juga berdampak terhadap produksi sepeda motor di Indonesia.

Disitat dari Suara.com, PT Astra Honda Motor dikabarkan menghentikan produksi sementara untuk model Honda Scoopy.

“Untuk Scoopy sudah sehabis Lebaran belum produksi lagi,” ujar seorang sumber anonim.

Honda Scoopy PT AHM yang dirilis untuk memperingati Hari Kemerdekaan KNRI, diberi label Rp19.193.000 [Dok. PT Astra Honda Motor].
Honda Scoopy PT AHM yang dirilis untuk memperingati Hari Kemerdekaan KNRI, diberi label Rp 19.193.000. Gambar diabadikan jauh sebelum masa pandemi COVID-19 [Dok. PT Astra Honda Motor].

Menurutnya, masalah pasokan chip semikonduktor menjadi faktor utama mengapa produksi skutik bergaya retro tersebut harus dihentikan sementara.

“Jadi memang chip sudah tidak ada dan ini berdampak pada bagian speedometer,” terang sumber.

Ilustrasi chip. [Bru-nO/Pixabay]
Ilustrasi chip semikonduktor [Bru-nO/Pixabay]

Saat coba dikonfirmasi ke salah seorang tenaga penjual, unit Honda Scoopy saat memang sedang sulit. Bahkan untuk mendapatkannya harus inden selama satu bulan.

“Kalau berminat paling inden. Tapi tidak bisa janji juga bakal tepat waktu. Pokoknya kalau unitnya ada, pasti langsung kami kirim,” ungkap tenaga penjual.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor, Thomas Wijaya menyatakan pula bahwa krisis chip semikonduktor menerpa industri otomotif di Tanah Air.

Baca Juga  PGI: Ibadah Jemaat Hanya Bisa Digelar dengan Pembatasan Ketat

Ia menjelaskan bila chip semikonduktor erat kaitannya dengan pembuatan komponen pada motor, termasuk salah satunya bagian speedometer.

Pentingnya chip semikonduktor ini terasakan di dunia otomotif, setelah sebelumnya kekurangannya melanda pabrikan elektronik.

“Selain demand chip semikonduktor dan penggunaannya tidak saja di sektor otomotif namun bidang elektronik juga, serta situasi geopolitik invasi Rusia ke Ukraina, dampaknya kini terasa bagi dunia industri roda dua, di mana pembuatan chip mengalami shortage,” papar Thomas Wijaya saat itu.

(red/suara)

No More Posts Available.

No more pages to load.