PPP sebut sikap Trump soal Yerusalem picu amarah umat Islam dan Kristen

oleh -25 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta – Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trumpmengakui status Yerusalem sebagai ibu kota Israel akan memicu reaksi umat Islam dan Kristen. Karena memang Yerusalem adalah kota suci baik untuk Yahudi, Nasrani maupun Islam.

“Apa yang dilakukan Trump ini menimbulkan ekskalasi kemarahan dari umat Islam dan Kristen. Karena kita tahu Yerusalem kota suci baik untuk Yahudi, Nasrani maupun Islam,” kata Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan, Muhammad Romahurmuziy, di KotaMalang, Jumat (8/12).

Tindakan Trump, kata Romahurmuziy telah menimbulkan reaksi negatif dari seluruh pemimpin dunia. Selain itu juga jelas-jelas melanggar resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa. Trump melanggar kesepakatan damai di Oslo yang digagas oleh Amerika Serikat pada 1993.

Dari kacamata Indonesia, sikap Trump juga bertentangan dengan Resolusi Jakarta2016. Bahwa Indonesia menganut twisted solution, yakni menganut solusi dua negara untuk Palestina dan Israel ini.

Link Banner

Pihaknya minta kepada Trump dan mendorong kepada seluruh organisasi multilateral dunia, baik itu organisasi multilateral Liga Arab, PBB segera mengambil tindakan. Organisasi-organisasi multilateral itu agar Indonesia menjadi anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan untuk menyerukan pada AS agar membatalkan keputusan itu.

Baca Juga  Bukannya Bilang Makasih Abis Foto Bareng, Prilly Latuconsina Malah Dapat Body Shaming dari Fansnya

“Karena pengakuan sepihak ini betul-betul menunjukkan keangkuhan Amerika di dalam membangun komunikasi di dunia internasionalnya. Saya juga amat sayangkan itu dilakukan untuk kepentingan politik dalam negeri Trump,” ucapnya.

Romahurmuziy juga mendukung sikap Presiden Joko Widodo yang menentang keputusan Trump soal Yerusalem.

“Apa yang disampaikan Pak Jokowi kemarin sudah tepat. Beliau menyampaikan sikap Indonesia yang antipenjajahan dan menganut twisted solution berdasarkan rosolusi Jakarta,” lanjut Rohamurmuziy

Karena itu, Rohamurmuziy meminta kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi untuk segera melakukan tindakan multilateral. Pihaknya meminta Jokowi atas pemerintahan Indonesia mendesak digelar sidang darurat menyikapi permasalahan tersebut.

“Segera meminta sidang darurat OKI dan juga menyampaikan surat ke Dewan Keamanan PKB,” katanya.

Baca Juga  Kucurkan Rp11,1 Triliun Pemerintah Cairkan Gaji Ke-13

Di samping itu juga meminta pemerintah memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta untuk menyampaikan keberatan atas sikap Trump. Sikap keberatan itu disampaikan sebagai bentuk keberatan secara resmi.

“Kemudian mengirimkan itu sebagai notifikasi pemerintah agar mencabut keputusan Trump,” katanya.

Rohamurmuziy juga menegaskan, bahwa sikap Trump menunjukkan lobby Yahudi di pemerintahan saat ini lebih kuat dibandingkan yang sebelumnya.

“Karena itu saya sayangkan ini, meminta agar Trump tidak membawa agenda-agenda dalam negeri untuk kepentingan yang dapat mengacaukan internasional,” katanya.

Apa yang dilakukan Trump ini seperti yang terlihat terakhir menunjukkan ekskalasi yang bisa membahayakan kepentingaan AS di seluruh dunia. Hal tanpak dengan sejumlah kedutaan yang meningkatkan pengamanan.

Baca Juga  Mayat Bayi Dalam Karung Dibuang di Penampungan Sampah

“Kita lihat seluruh perwakilan AS seluruh dunia sudah menyiagakan kewaspadaan lebih. Tetapi kalau terjadi ekskalasi kekerasan di sana jangan menuduh siapa-sapa. Itu sikap keterlaluan Trump sendiri,” katanya. (web-dtc)