148.619 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Gempa di Maluku

oleh -57 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Sebanyak 148.619 orang masih mengungsi akibat gempa yang terjadi di wilayah Maluku pada 26 September 2019 menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

”Hingga Senin (14/10), tercatat 148.619 orang masih mengungsi, 41 orang meninggal dunia, dan 1.602 orang masih terluka,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo dalam siaran pers lembaga yang diterima redaksi porostimur. com.

Agus mengatakan, gempa Maluku menyebabkan ribuan rumah rusak di wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kota Ambon.

Jumlah rumah yang rusak akibat gempa di Maluku seluruhnya 6.355 unit dengan perincian 1.273 rumah rusak berat, 1.837 rumah rusak sedang, dan 3.245 rumah rusak ringan.

“Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat masih melakukan penanganan darurat, sedangkan Kota Maluku dan Provinsi Maluku sudah melakukan upaya-upaya transisi darurat menuju pemulihan,” kata Agus.

Baca Juga  Puslitbang Polri Lakukan Penelitian di Polres Buru
Kamp Pengungsi di Desa Kelapa Dua Kecamatan Kairatu, Seram Bagian Barat

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI, Doni Monardo mengatakan pihaknya mengandeng para ahli untuk meneliti gempa bumi di Maluku, guna mengetahui rahasia apa yang terjadi, sekaligus sebagai langkah mengurangi resiko bencana di daerah itu.

“Sampai hari ini sudah tercatat 1.516 gempa susulan dan 160 lebih gempa yang dirasakan masyarakat Maluku,” kata Doni Monardo.

Ia mengatakan perlu berbagai upaya untuk melakukan riset dan penelitian gempa Maluku. Kalau dibandingkan gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Barat pada Agustus 2019 yang relatif banyak, tetapi tidak seagresif gempa di Maluku.

Pengungsi di Desa Tengah-Tengah Kecamatan Salahutu Pulau Ambon

Oleh karena itu, BNPB mengundang berbagai pihak, para ahli, peneliti untuk secara bersama-sama mendapatkan rahasia apa yang ada dan terjadi di Maluku.

Baca Juga  Laka lantas di Passo, Satlantas Polres Ambon masih pulbaket

“Dalam waktu dekat ini, kita bekerja sama dengan ITB untuk menempatkan alat sensor pendeteksi gempa bumi di Maluku, untuk mendapatkan data yang lebih akurat,” ujarnya.

Menurut dia jika melihat efisentrum gempa yang terjadi di tiga pulau yaitu Serang, Ambon dan Maluku, tentunya ini memiliki sebuah cara BNPB bagaimana bisa menintigasi dan cara ke depan bisa menjadi lebih baik dalam menghadapi bencana alam ini.

Kamp Pengungsi di Desa Tengah-Tengah Kecamatan Salahutu Pulau Ambon

“Kita harus bisa menjadi lebih baik, bagaimana dalam mempersiapkan masyarakat, konstruksi bangunan, sebagai salah satu bagian upaya gempa bumi ini,” katanya.

Doni Munardo menambahkan, selama ini banyak rumah penduduk dan bangunan pelayanan publik yang roboh, karena gempa akibat tidak memiliki konstruksi bangunan tahan gempa.

Baca Juga  Fadli Zon: Pak Jokowi, Janjinya Vaksin Merah Putih, Kok Jadi Vaksin Palu Arit?

“Kegiatan peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana hari ini merupakan bagian untuk memikirkan bagaimana bentuk dan kontruksi rumah-rumah yang tahan gempa ini,” katanya. (red/rtl)