1,5 Ton Miras Cap Tikus Dimusnahkan Lantamal VIII

oleh -51 views
Link Banner

@Porostimur.com | Bitung : Minum keras (miras) tradisional jenis cap tikus sebanyak 1,5 ton dan 14 botol miras asing asal Philipina merk Sabana dimusnahkan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Wilayah (Lantamal) VIII, Selasa (9/7).

Rilis berita yang diterima wartawan dari Dinas Penerangan (Dispen) Lantamal VIII menyebutkan kegiatan ini dipimpin langsung Komandan Lantamal VIII (Danlantamal VIII), Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta,M.Mar,Stud.

Acara ini turut dihadiri Wadan Lantamal VIII, Paban I Ren Spamal, para Asisten Danlantamal VIII, Kadis dan Kasatker serta Komandan yang berada dalam Lantamal VIII serta perwakilan unsur maritim yaitu KSOP, KPPP, Karantina dan Bea Cukai dari Manado dan Bitung.

Dalam sambutannya, Sipasulta menegaskan bahwa miras yang dimusnahkan ini merupakan hasil operasi Tim 2 Fleet Quick Response Lantamal VIII selang periode Januari hingga Juni 2019.

Link Banner

Menurutnya, Tim 2 Fleet Quick Response Lantamal VIII ini merupakan tim Lantamal VIII yang menanggulangi semua tindak pidana yang terjadi di perbatasan Indonesia–Philipina, termasuk juga dalam hal ini pemberantasan peredaran miras yang melalui Laut Sulawesi Utara (Sulut).

Baca Juga  Gempa M 3,9 Terjadi di Banda

Dimana, tim ini memeriksa kapal-kapal Pelni yang merapat ke dermaga Pelabuhan Bitung tujuan Papua hingga kapal penumpang tujuan Manado-Tahuna, serta pelabuhan pelabuhan lainnya yang berada di wilayah kerja Lantamal VIII.

Dijelaskan, guna mengelabui petugas di lapangan, miras tersebut dibawa penumpang dalam kemasan botol aqua baik kecil maupun besar yang dimasukan ke dalam dus, kemudian disamarkan dengan muatan sayuran dan barang bawaan lainnya.

Modus ini, akunya, terungkap berdasarkan informasi intelijen yang dikumpulkan Tim 2 Fleet Quick Response Lantamal VIII, sebelum melaksanakan operasi.

Dimana, Tim 2 Fleet Quick Response Lantamal VIII yang bekerjasama dan berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat, tetap menjaga sinergitas di lapangan dalam menangani peredaran miras yang terjadi dalam wilayah kerja Lantamal VIII. (dan)