16 Guru Maluku Suarakan Perdamaian di Panggung Internasional

oleh -317 views

Porostimur.com, Jakarta – Suasana hangat dan haru memenuhi Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta pada Selasa (11/11/2025) malam. Enam belas guru dari Maluku—delapan Muslim dan delapan Kristen—naik ke panggung, menyatukan suara dalam musik dan puisi bertema rekonsiliasi. Di hadapan ratusan peserta Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (ICCCRL), mereka menyampaikan satu pesan yang sama: perdamaian adalah karya bersama.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari konferensi yang digelar Institute Leimena bersama Kemendikdasmen pada 11–12 November 2025. Dipandu langsung Sarah Weiss, Profesor etnomusikologi dari University of Music and Performing Arts Graz, Austria, para guru ini menampilkan karya yang lahir dari perjalanan panjang mereka mengikuti program Literasi Keagamaan Lintas Budaya selama 18 bulan terakhir.

Baca Juga  Pemkab Halbar Mulai Salurkan Gaji ke-13 ASN dan THR PPPK

Musik Sebagai Ruang Pemulihan Sosial

Latar belakang pertunjukan ini tak lepas dari sejarah kelam konflik antar-agama di Ambon. Meski perdamaian telah lama terjalin, sisa-sisa ketegangan di beberapa komunitas masih sesekali muncul. Weiss menegaskan bahwa kesenian—terutama musik—memiliki peran krusial dalam merawat hubungan sosial.

“Proses pembangunan perdamaian dapat diperkuat dan dibuat berkelanjutan melalui praktik seni pertunjukan serta kesenian lokal,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.