16 Negara Bahas Keamanan Laut Samudera Hindia di Srilanka

oleh -29 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

@porostimur.com|Jakarta: Sebanyak 16 negara membahas keamanan dan keselamatan laut di Samudera Hindia. Pertemuan Pertama Indian Ocean Rim Association (IORA) Maritime Safety and Security Working Group (WGMSS) tersebut, berlangsung di Colombo, Srilanka, Jumat (9/8).

Ke-16 negara tersebut masing-masing: Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Sri Lanka, Maldives, Mauritius, Oman, Seychelles, Somalia, Afrika Selatan dan Tanzania.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun Draft Work Plan dari WGMSS untuk tahun 2019-2021 yang akan menjadi acuan kegiatan bagi IORA, meningkatkan kerja sama, dan mengharmonisasikan kegiatan-kegiatan pertukaran informasi terkait praktik terbaik untuk keamanan dan keselamatan laut.

Link Banner

IORA WGMSS secara resmi dibuka oleh Secretary of Foreign Affairs Sri Lanka, Ravitna Aryasinha.

Baca Juga  Mobil terperangkap macet, Kapolda pilih naik becak

Ravitna mengatakan, adanya tantangan yang dihadapi negara-negara di Samudera Hindia dalam menjaga kemakmuran kawasan untuk masa depan yang lebih baik, dimana ancaman terhadap keamanan dan keselamatan laut merupakan salah satu perhatian khusus.

Menurut Ravitna, penjagaan terhadap keamanan regional, freedom of navigation dan Sea Lanes of Communication merupakan hal yang utama guna memastikan stabilitas keamanan regional. Stabilitas keamanan kawasan Samudera Hindia saat ini terancam oleh beberapa isu keamanan maritim seperti perompakan dan pembajakan, terorisme, trafficking in person, penyelundupan narkotika dan satwa liar, serta Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

Kemudian, perubahan iklim, kata Ravitna, dapat menimbulkan bencana juga telah menambah tantangan bagi negara-negara dikawasan dimana resiko terhadap migrasi besar-besaran, food and human security. Hal ini dapat menjadi permasalahan yang besar bagi negara-negara di Kawasan.

Baca Juga  Amankan HUT FKM/RMS, Polda Maluku terjunkan 473 personil

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengirimkan perwakilan dari Bakamla (Badan Keamanan Laut/Indonesian Coast Guard).

Delegasi Indonesia diwakili Kasubdit Hukum Internasional dan Peraturan Perundang-Undangan Bakamla RI, Letkol Bakamla Hudiansyah Is Nursal mengatakan, Indonesia menaruh perhatian sangat serius terhadap keamanan dan keselamatan laut di Samudera Hindia yang dapat berimplikasi terhadap keamanan dan keselamatan laut nasional.

Khusus bagi Bakamla, kerja sama dengan negara-negara di Kawasan Samudera Hindia saat ini sedang dikembangkan. Sebagai contoh, baru-baru ini Bakamla RI mengirimkan kapal patrolinya ke Port Blair, India, dalam rangka meningkatkan kerja sama dengan India Coast Guard.

Hadirnya Bakamla pada pertemuan ini juga menjadi salah satu bukti konkrit keseriusan Bakamla untuk meningkatkan kolaborasi dengan negara-negara di Kawasan Samudera Hindia. (Red)