16 Warga Tewas dan 65 Terluka di Wamena, Papua

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com | Wamena: TNI menyatakan bahwa korban tewas akibat kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua mencapai 16 warga sipil.

“Sementara lagi didata, dapat dilaporkan 16 orang meninggal warga masyarakat,” ujar Kapendam Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto saat dihubungi, seperti dikutip dari detikcom, Senin (23/9/2019).

Sebelumnya polisi menyebut tujuh orang anggota polisi terluka dalam kerusuhan di Wamena. Mereka terluka akibat penyerangan dengan panah.

“Ya 7 orang luka-luka. Dia pakai panah busur,” ujar Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya saat dihubungi wartawan, Senin (23/9).

Para perusuh–dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB)–ini menurut Tonny menyusup dengan menggunakan seragam SMA ke kelompok pelajar PGRI. Mereka membakar sejumlah bangunan termasuk kantor bupati di Wamena.

Baca Juga  Jejak Pembunuh Editor Metro TV Terendus Anjing K9, Sempat Mampir ke Warung

“Kelompok ini mau bikin lagi (rusuh), nyerang malam hari. Mereka kan anarkis. Kita sempat baku tembak sama KKB, sempat dia tembak-tembak di Jalan Irian,” sambungnya.

Kondisi di Wamena sudah berhasil dikendalikan aparat gabungan TNI-Polri. Saat ini aparat membantu evakuasi warga yang memilih mengungsi.

Selain itu warga pendatang di Wamena mengungsi ke kantor polisi-TNI. Mereka mengungsi karena terancam pasca rusuh di Wamena.

“Sekarang warga pendatang mengungsi semua di Kodim, Koramil, Ppolres. Mereka pendatang sudah diancam, kasihan pendatang-pendatang ini, sudah kami lakukan upaya kemanusiaan (mengevakuasi ke pengungsian),” kata Tonny.

Komandan Kodim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Diyanto mengatakan, terdapat 16 orang warga sipil yang tewas dalam kerusuhan.

Baca Juga  Akibat Ulah Stafsus, Semua Jadi Ketahuan Main Proyek

Sementara, 65 orang lainnya menderita luka-luka.

“Untuk korban, 65 orang luka, 16 meninggal, itu sipil semua. Aparat sementara tidak ada korban,” ujar Candra Diyanto saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Namun, Candra belum bisa menjelaskan secara rinci penyebab korban tewas.

Saat ini, ia memastikan bahwa situasi mulai kondusif. Namun, seluruh aparat masih dalam posisi siaga.

“Aparat stand by 24 jam, semua objek vital kita amankan. Secara untuk di kota kondusif, namun kita antisipasi ada aksi susulan,” kata Candra. (rtl/red/dtc/kcm/cnbc)