17 Pelajar SMA di Maluku Perkosa 1 Siswi, 15 Pelaku Masih di Bawah Umur,

oleh -222 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Seorang siswi di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, diperkosa oleh 17 siswa di sekolah menengah atas (SMA).

Dari 17 pelaku, 15 orang pelaku masih di bawah umur, sedangkan dua lainnya sudah dewasa.

Adapun, 17 pelajar yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni JL, HL, AU, JL, JS, ML, DN, RL dan IL. Kemudian, JP, JW, FS, AP, AM, SL, IF, dan FO.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, sebanyak 17 pelajar tersebut langsung menjalani penahanan setelah diperiksa.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan hari ini kita lakukan penahanan,” kata Kapolresta Pulau Ambon Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang kepada wartawan di Kantor Polresta Ambon, Jumat (31/1/2020), dikutip dari Kompas.com

Baca Juga  BMKG: Waspadai Cuaca Buruk Dua Hari ke Depan, Termasuk di Malut

Leo menjelaskan, penangkapan 17 tersangka pemerkosa siswi ini dilakukan setelah Ibu korban melaporkan kejadian yang menimpa putrinya itu ke polisi pada Kamis kemarin.

Dari 17 tersangka, sebanyak 15 pelaku masih di bawah umur.

“Dari 17 orang ini, 15 masih di bawah umur sehingga tidak kita tampilkan, dan dua orang yang sudah dewasa yakni FL (18) dan ARM (19),” kata Leo.

Leo mengatakan, untuk 15 tersangka yang masih di bawah umur, saat ini mereka telah dititipkan ke Lapas Anak di kawasan Waiheru.

Sementara, dua tersangka yang sudah dewasa kini ditahan di sel tahanan Polresta Pulau Ambon.

Leo mengatakan, dari hasil pemeriksaan penyidik, terungkap bahwa para tersangka telah memerkosa korban sebanyak enam kali di sejumlah lokasi berbeda.

Baca Juga  Pastikan Pelayanan Berjalan, Wakapolda Maluku Pantau SPKT dan Penjagaan Polda Maluku

Pemerkosaan dilakukan mulai dari November 2019 hingga yang terakhir pada Januari 2020.

“Di bulan November itu ada tiga kali. Kejadian selanjutnya bulan Desember dua kali dan bulan Januari satu kali,” kata Leo.

Adapun, para tersangka adalah teman sekolah korban. Sementara, beberapa orang tersangka masih memiliki hubungan kerabat dengan korban.

Akibat perbuatan tersebut, para tersangka terancam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kemudian kita akan tambahkan lagi Pasal 64 KUHP tentang perbuatan berlanjut, karena dari enam kasus pemerkosaan ini, ada tersangka yang ikut lebih dari satu kali,” kata Leo. (red/rtm/kcm)