Hampir setengah dari 18.500 tentara yang terluka berusia di bawah 30 tahun, banyak di antaranya adalah tentara cadangan. Gelombang besar ini telah membebani layanan kesehatan mental.
“Kami memiliki satu pekerja sosial untuk setiap 750 veteran penyandang disabilitas,” ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan, menambahkan bahwa rasio ini membuat perawatan individual hampir mustahil. Negara ini juga menghadapi kekurangan psikiater yang lebih luas.
Laporan Ynet juga menyoroti dampak ekonomi. Kementerian Pertahanan memperkirakan bahwa lebih dari 12.000 tentara, termasuk yang aktif bertugas dan tentara cadangan, telah keluar dari peran tempur militer dan juga meninggalkan angkatan kerja atau meninggalkan karier mereka sepenuhnya.
“Setiap bulan kami menerima telepon dari para mantan tentara yang mengalami tekanan psikologis yang intens akibat pertempuran di Gaza, serta korban jiwa dan kematian yang terjadi, terkait dengan pengalaman masa lalu selama bertugas,” kata Kementerian Pertahanan Israel, yang dilansir Roya News.
sumber: sindonews









