3 Atlit Para Games Maluku Berprestasi Internasional Tanpa Perhatian Pemerintah Daerah

oleh -156 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sebanyak 551 atlet dari 24 propinsi mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) National Paralympic Commitee (NPC) 2019 yang digelar di Solo, mulai Kamis (24/10). Mereka bertanding di enam cabang olahraga memperebutkan 354 medali emas 354 medali perak dan 434 perunggu.

Enam cabang olahraga yang dipertandingkan yakni atletik, angkat berat, bocia, basketbal, renang dan tenis meja. Daerah yang mengikuti Aceh, Bali, Banten, DIY, DKI, Jambi, Jabar, Jateng, Kalbar, Kalsel, Kalteng, Kaltim, Lampung, Maluku, NTT, Riau, Sulsel, Sulut, Sumsel, Sumut, Papua, Jatim, Bengkulu.

Kejurnas dibuka Dr Sapta Kunta Piurnama mewakali pejabat Menpora yang didampingi Heri Isranto, mewakili Presiden NPC di Hotel Lor In, Kamis (24/10/219) semalam.

Tiga atlit asal Maluku tercatat mengikuti kejuaraan tersebut. Mereka adalah Elvin Sesa asal Kab Maluku Tengah yang turun di nomor lari 400 meter, Apia Rumbaru asal Maluku Tengah yang turun di nomor renang 50 meter gaya bebas dan Erens Sabandar asal Kota Ambon yang turun di nomor lari 200 meter.

Ketiga atlit para games asal Maluku ini bukannya tanpa prestasi. Mereka adalah peraih sejumlah medali pada sejumlah kejuaraan nasional maupun internasional.

Baca Juga  Di Morotai, Tilang Baru Dilaksanakan Pada Hari Kelima Operasi Patuh Kie Raha 2019

Elvin Sesa misalnya, pernah meraih (satu) medali emas nomor 200 meter di Peparnas 2016 di Jawa Barat, 1 (satu) medali perunggu nomor 400 meter pada Asean Para Games 2018 di Indonesia, 1 (satu) medali emas di nomor 400 meter dan 1 (satu) medali perunggu di nomor 800 meter pada Inas 2019 di Australia.

Erens Sabandar pernah meraih 1 (satu) medali emas dan 2 (dua) medali perak pada Asean Para Games 2013 di Myanmar,

Ia juga peraih 1 (satu) medali perunggu pada Asean Para Games 2015 di Singapore, 1 (satu) medali perunggu pada Armi Para Games 2015 di Srilangka, 1 (satu) medali perak pada World Champhions 2016 di Dubai, 3 (tiga) medali emas pada Asean Para Games 2017 di Malaysia, 2 (dua) medali perak pada World Champhions 2018 di Beijing China.

Baca Juga  Bangun Maluku, HEBAT nyatakan 8 prioritasnya

Sedangkan Apia Rumbaru merupakan pemegang 3 (tiga) medali emas Asean Para Games 2018, 3 (tiga) medali emas Asean Para Games 2013 di Myanmar dan 3 (tiga) medali emas pada Asean Para Games 2017 di Malaysia.

Sayangnya, sederet prestasi yang mereka rain dan kesuksesan mereka mengharumkan nama daerah itu, tidak pernah mendapat apresiasi dari pemerintah Provinsi Maluku.

Kepada porostimur.com yang menghubunginya melalui saluran telepon di sela-sela acara pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) National Paralympic Commitee (NPC) 2019 semalam, Erens Sabandar mengatakan, selama ini pemerintah Provinsi Maluku tidak pernah menaruh perhatian kepada meraka.

Erens mengaku ia dan kedua rekannya bahkan memgikuti kejuaraan ini dengan fasilitas seadanya tanpa dukungan dan kehadiran pemerintah Provinsi Maluku.

“Kasiang skali, katong tiga ini iko acara pembukaan saja deng kostum seadanya. Padahal kontingen lain hadir deng kostum lengkap. Dong juga didampingi official deng perwakilan dari dispora,” ucap Erens dengan nada haru di ujung telepon.

Baca Juga  Curi Sepeda Motor, 2 Pemuda Diamankan Polisi
Apia Rumbaru (28) atlet renang yang dijuluki Dewi Asia Tenggara

Menurut Erens, selama menjadi atlit bahkan ketika mengikuti pelatnas, tidak pernah ada pejabat dari Maluku yang mengunjungi mereka.

Ia berharap pemerintah Provinsi Maluku dapat memperhatikan nasib para atlitnya.

“Kami mengharapkan ada perhatian dari pemerintah daerah kepada kami bertiga. Dispora dari dulu sejak kami masuk pelatnas sampai saat ini tidak pernah memperhatikan kami,” pinta Erens.

Erens berharap Gubernur Maluku Murad Ismail mau mengunjungi mereka bertiga suatu saat nanti.

“Sekarang kami bertiga sudah menjadi ASN di Kementerian Pemuda dan Olahraga. cuma yang kami sesalkan adalah Dispora Maluku selama ini tidak ada apresiasi sedikit pun untuk kita. Saya meminta agar berita ini bisa sampai kepada bapak Gubernur Maluku, Murad Ismail. Dikarenakan dari dulu dispora Maluku tidak becus mengurus para atlitnya,” pungkas Erens. (keket/ebot)