2 bom rakitan bisa dipicu pakai battery

oleh -37 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : 2 buah bom rakitan yang ditemukan warga, berhasil diurai tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak), Satuan Gegana Brigade Mobil (Brimob) Polda Maluku.

Sebelumnya, bom rakitan dimaksud ditemukan seorang pekerja buruh bangunan bernama Suleman Romonin (63 tahun), warga Battu Merah.

Bom raitan dimaksud, ditemukannya Rabu (13/12) pukul 13.00 WIT, di kompleks Batu Merah Dalam RT01/RW03, Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau, tepatnya di puncak belakang Asrama Militer (Asmil) Tim Intel Korem 151/Binaiya.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon seluler, di Ambon, Selasa (19/12), hal ini dibenarkan Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Maluku, Kombes Agus Pujianto.

Menurutnya, hasil penguraian Tim Jihandak Satuan Gegana Brimobda Maluku untuk bom pertama antara lain panjang 9 cm, diameter 4,5 cm dan berat 0,5 kg, dengan berat hulu ledakan 0,98 gram.

Baca Juga  Polres Buru Bagikan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Sedangkan untuk bom rakitan jenis pipa yang kedua, jelasnya, berukuran panjang 9 cm, diameter 4,5 cm dengan berat 0,5 kg dengan berat hulu ledakan 0,98 gram.

”Dari kedua barang bukti bom rakitan tersebut menggunakan 2 sistem cara kerja di antaranya bisa dipicu dengan jalan dibakar dan juga dipicu dengan menggunakan battery 1,5 volt. Apabila kedua barang bukti 2 bom rakitan tersebut dipicu dengan battery 1,5 volt sebagai power, maka kawat halus yang berada pada lubang papan PCB dapat mengantarkan panas, sehingga memicu hulu ledakan (Handak) utama yang berada pada bambu. Kemudian handak utama yang berada pada bambu dapat memicu handak pada detonator non elektrik buatan pabrik tersebut dan dari detonator dapat memicu isian TNT yang berada dalam casing bom pipa tersebut,” pungkasnya. (team)