2 kali dipanggil Bawaslu, Betaubun masih mangkir

oleh -34 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Meskipun sudah melakukan koordinasi dan komunikasi, Bawaslu Maluku masih belum bisa bertemu langsung dengan salah satu pentolan Golkar asal Maluku, Edison Betaubun.

Bahkan, Bawaslu Maluku sendiri sudah 2 kali melayangkan surat panggilan kepada yang bersangkutan, namun belum bisa terpenuhi hingga saat ini.

Hal ini dibenarkan Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Provinsi Maluku, Astuti,S.Ag,MH, usai menghadiri dialog interaktif sukseskan Pilkada Maluku sebagai Pilkada Katong orang Basudara, di Rumah Kopi Lela, Selasa (27/2).

”Terkait dengan Edison Betaubun bahwa kami sudah melayangkan dua kali surat. Surat yang pertama, karena beliau masih melakukan tugas terkait dengan audit keuangan untuk dana desa, karena beliau tidak punya waktu. Jadi, beliau meminta waktu siang untuk bertemu. Tetapi kami punya jadwal sebelumnya itu, sudah ada. Itu pelaksanaan gebyar akbar politik uang itu di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual sehingga, kami juga tidak punya waktu untuk itu,” ujarnya.

Link Banner

Beberapa waktu lalu, akunya, Betaubun sendiri berkesempatan berkunjung ke kantor Bawaslu, namun belum berkesempatan melakukan pertemuan.

Baca Juga  Pusat Studi Pedesaan Unpatti Sampaikan Hasil Kajian Kesenjangan Pendidikan di Aru

Dan pada saat itu, hanya stafnya saja yang menyampaikan pesan bahwa Betaubun sedang terburu-buru menuju Kota Tual.

”Waktu kemarin beliau sudah hadir, tapi beliau tidak turun dari mobil. Yang turun hanya stafnya dan disitu memang kami komisioner dalam perjalanan yang ada di situ Kasubag HPP.

Beliau sendiri yang menerima mereka dan dalam kantor tersebut sudah ada kepolisian dan kejaksaan, beliau tidak turun.

Sebenarnya, kalau kemarin beliau turun proses untuk pemeriksaan beliau itu dapat dilakukan. Karena beliau punya staf mengatakan bahwa bapak buru2 ke Tual untuk terkait dengan tugas-tugas yang harus beliau laksanakan. Olehnya itu merupakan mis komunikasi, kami dengan beliau terkait dengan itu,” jelasnya.

Baca Juga  Tokoh MBD Sepakat Rekonsiliasi untuk Kemenangan Noach-Kilikily di Pilkada

Terkait komunikasi dan koordinasi, tegasnya, terus dibangun pihaknya dengan Betaubun, namun masih belum sampai menetapkan jadwal yang bisa disepakati bersama.

Komunikasi yang dibangun melalui stafnya, merujuk pada pertemuan pada hari ini Selasa (27/2) dan Rabu (28/2).

Dimana, Betaubun diharuskan hadir pada kedua tanggal dimaksud.

”Karena kami telah mendapat 2 pelaporan, dan yang pertama sudah selesai kemudian yang kedua belum selesai, dan agar beliau dapat hadir dan mengklarifikasi masalah ini,” timpalnya.

Selain itu, tambahnya, pihaknya memerlukan klarifikasi antar muka atau berhadapan langsung dengan yang bersangkutan, bukannya melalui hubungan telepon.

”Dan kami tidak akan melakukan klarifikasi via telepon. Karena aturan kami, bukan melalui telepon tapi menghadirkan yang bersangkutan.

Baca Juga  Sikapi pungli, mahasiswa demo di Kantor Rektorat Unpatti

LangkaLang sudah kami lakukan sampai saat ini. Mudah-mudahan beliau dapat hadir dan melakukan klarifikasi tersebut. Karena dalam aturan Bawaslu kami, Walaupun yang bersangkutan tidak bisa hadir, tetapi kami sudah bisa, dari pelapor memberikan klarifikasi. Dari saksi dan sebagainya, kami sudah bisa menyimpulkan hal tersebut,” pungkasnya. (Febby Sahupala)