Syirik Mahabbah
Syirik mahabbah atau syirik dalam kecintaan merupakan sikap menyamakan rasa cinta kepada selain Allah SWT dengan kecintaan kepada Allah SWT.
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ
Artinya: Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
2. Asy-Syirk al-Ashgar
Syirik kecil merupakan bentuk kesyirikan yang terjadi ketika seseorang mencampurkan niat ibadah atau perbuatan baik dengan keinginan mendapatkan pujian dari manusia, padahal ibadah dan amal tersebut seharusnya ditujukan semata-mata untuk mengharap rida Allah SWT.
Syirik kecil ini kemudian terbagi ke dalam dua jenis utama, yaitu sebagai berikut.
Syirik Zahir
Syirik zahir atau syirik yang tampak merupakan bentuk syirik kecil yang dapat terlihat melalui ucapan maupun perbuatan. Salah satu contohnya adalah bersumpah dengan nama selain Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW.









