2018, APBN Indonesia telan lebih dari Rp 2.220 triliun

oleh -45 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Indonesia akan membelanjakan lebih dari Rp 2.220 triliun dalam tahun anggaran 2018 ini.

Dimana, dana ini sudah meliputi belanja melalui pemerintah pusat sebanyak Rp. 1.454 triliun dan transfer ke daerah atau belanja melalui pemerintah daerah provinsi, maupun kabupaten/kota sebesar Rp 766,2 triliun, termasuk di dalamnya dana desa (DD).

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, di sela-sela kuliah umum di Universitas Pattimura Ambon, Rabu (7/3).

”Untuk bisa membelanjakan Rp. 2.220 triliun, tahun ini kita akan menargetkan pendapatan Negara sebesar Rp 1.894 triliun, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.618 triliun dan penerimaan Negara bukan pajak Rp. 275 triliun. Karena ada perbedaan antara perbedaan Negara dengan jumlah belanja maka kita memiliki defisit sebesar Rp 325 triliun atau 2,19% dari GDP, ” ujarnya.

Link Banner

Menurutnya, mahasiswa dan warga Maluku jangan terbawa isu tentang defisit yang dialami negara.

Baca Juga  Prajurit TNI Satgas Pamrahwan Maluku Bantu Warga Bangun Masjid Nur Iman

Apalagi, informasi ini didapatkan dari sosial media, yang mengesankan seolah-olah Indonesia sudah mau runtuh.

Terlebih, informasi ini berasal dari orang yang ingin menghasut dan meresahkan negara ini.

”Mari kita lihat apa desain dari APBN untuk alokasi anggaran ini. Alokasi, artinya membagi untuk siapa saja, sehingga mereka bisa mendapatkan apa yang disebut resourcing untuk tumbuh. Dan dilihat dari sisi distribusi apakah antar wilayah atau kelompok pendapatan dan bagaimana APBN melakukan fungsi stabilisasi,” jelasnya.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, akunya, pemerintah melakukan berbagai kebijakan yang kadang-kadang sifatnya langsung maupun sifatnya tidak langsung, tapi akhirnya menciptakan pertumbuhan, pengurangan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan.

Salah satunya, jelasnya, yakni infrastruktur, yang dihitung mencapai Rp 410 triliun, bisa dalam wujud kebijakan langsung maupun tidak langsung.

Baca Juga  Kapolda Maluku dan Pangdam XVI/Pattimura Numpang Sholat di Rumah Warga Aboru

”Langsung yah kalau kita membangun jalan di Ambon, di Maluku atau kita membuka jalan di Papua. Itu sifatnya bisa langsung mengurangi kesenjangan. Dan diharapkan juga dapat membuka akses, bisa mengurangi kemiskinan dan secara tidak langsung dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Dari alokasi belanja APBN, tegasnya, bidang pendidikan menerima alokasi lebih besar yakni Rp 444 triliun, yang jauh lebih besar jika dibandingkan alokasi infrastruktur dan kesehatan yang hanya mencapai Rp. 111 triliun saja.

Selain itu, terangnya, belanja langsung juga dimaksudkan untuk membantu kelompok miskin di Indonesia, yang masih mencapai 10,4% penduduk miskin.

Jika presentasi ini dicermati, akunya, bisa mencapai 25 juta orang penduduk miskin.

Baca Juga  Jelang New Normal, Kapolres Buru Tinjau Lokasi Pos Pengamanan

Selain itu, jelasnya, kelompok miskin ini juga masih akan menerima bantuan berupa beras, sehingga akan memberikan dampak pada kesejahteraan.

Sementara uang yang didapatkan, bisa digunakan untuk menyekolahkan anak mereka sehingga bisa keluar dari siklus kemiskinan.

”Mereka akan menerima bantuan langsung pemerintah dalam bentuk transfer langsung ke mereka. Itu yang disebut program keluarga harapan,” pungkasnya. (keket)