2019, broad band sentuh seluruh wilayah 3T di Indonesia

oleh -27 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Pada tahun 2019 nanti, semua kabupaten/kota di Indonesia sudah memiliki akses jaringan, sebagai tulang punggung untuk broad band atau internet berkecepatan tinggi.

Hal ini ditegaskan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, saat menghadiri Konferensi Musik Indonesia, bertempat di Taman Budaya Ambon, Kamis (8/3).

”Nanti mungkin Pak Zeth, tahun depan yang namanya mencari bibit-bibit unggul itu tidak usah semua datang ke Ambon, tidak semuanya harus datang ke Jakarta, tapi per daerah. Dan ini dipastikan wilayah Barat sudah selesai, baru 2 hari lalu beroperasi komersil. Wilayah Tengah dan Timur diselesaikan tahun ini. Jadi tahun 2019 sudah terhubung semua kabupaten kota seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Dengan adanya ketersediaan jaringan internet berkecepatan tinggi dimaksud, akunya, pemilihan bibit ungguul di bidang musik tidak lagi dilakukan terpusatkan di jawa saja, namun sudah bisa dilakukan antar kota.

Link Banner

Sehingga, era hengkangnya pemusik unggul dari kawasan timur Indonesia seperti Glenn Fredly, Edo Kondologit dan lain-lainnya, hanya terhenti pada saat dan saman itu saja, mengingat saat ini jaminan teknologi dan komunikasi yang jauh lebih baik.

Baca Juga  Sambil Mengatur Arus Lalulintas, Sat Lantas Polres MTB Ajak Warga Tidak Mudik Guna Cegah Covid 19

”Sudah nggak boleh begitu lagi. Kenapa? Karena musik sekarang ini dibuat dari suatu tempat di mana saja. Syairnya diciptakan mana saja. Bahkan musisinya mungkin di lain tempat. Namun semuanya sudah bisa dilakukan secara digital yang bisa menghubungkan semuanya,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini antarnegara sudah melakukan kerjasama di bidang musik melintasi jarak dan waktu.

Meski demikian, akunya, di Indonesia sendiri hal tersebut belum dilakukan karena faktor infrastruktur, khususnya teknologi informasi dan komunikasinya (TIK) belum memadai.

”Oleh karenanya, pemerintah membuat yang namanya kebijakan keberpihakan, terutama membangun infrastruktur yang ada di kawasan Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Saya sudah berkali-kali berbicara dengan Pak Zeth dan teman-teman yang di Kawasan Timur. Kita bangun infrastruktur TIK sampai di Saumlaki (Maluku Tenggara Barat-Red). Kita bangun sampai di Kepulauan Aru, Papua dan Papua Barat. Ada 30 kabupaten yang tidak tersentuh  broad band. Insya Allah akhir tahun ini sudah selesai konstruksinya,” tegasnya.

Baca Juga  Otonomi Khusus & Politik Etis Bernegara

Dari sisi pendidikan, jelasnya, pemerintah Indonesia juga menyiapkan kebijakan lainnya yang bersifat keberpihakan kepada masyarakat.

”Apakah itu? Indonesia ini memiliki 226 ribu sekolah. Dari 226 ribu sekolah, hampir 90 ribu belum tersentuh internet. Internet atau IT pun dipakai di sekolah hanya untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” timpalnya.

Pola pikir atau mindset tentang belajar bukan lagi berkonsep pada belajar menghafal semata.

Dimana, pola ini harus diganti dengan mengajarkan siswa cara mencari solusi.

Dijelaskannya, untuk tingkatan SD, SMP dan SMA, dibentuk sebuah kelompok yang beranggotakan 3 sampai 5 orang siswa yang diberikan soal atau permasalahan atau kasus, serta mereka diharuskan mencari solusinya, meskipun solusi dimaksud bukanlah solusi akhir.

Baca Juga  Maluku Masih Mencatatkan Deflasi Pada April 2020

Dengan demikian, terangnya, kelompok dimaksud akan mencari rujukan sebagai cara mencari solusi, bukan saja di negara lain, tapi juga di provinsi lain atau di kota lain.

”Jadi anak-anak kita itu harus didorong untuk menyelesaikan masalah. Jadi bukan yang ada tawuran, atau memiliki domain medsos tapi muatannya hal-hal yang negatif dan lain-lainnya,” pungkasnya. (keket)