Dua Pemuda Alay Bunuh Satwa Langka Kuskus dan Pajang Fotonya di Facebook. Ini Ancaman Hukumnya

oleh -298 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dua pemuda alay panen hujatan netizen gara-gara mereka mengunggah foto yang tak pantas.

Dua pemuda yang diperkirakan berusia dua puluhan tahun, menangkap sedikitnya sembilan ekor satwa liar dilindungi jenis Kuskus.

Sekitar 5 foto bersama Kuskus hasil Brianna dipajang di akun Facebook milik Ipin Curva Sud lebih kurang tujuh jam yang lalu.

Dari profilnya pada Minggu (29/12/2019), Ipin diketahui pernah bersekolah di SMA 45 Ambon dan tinggal di Kota Ambon, Maluku. 

Kuskus di Indonesia sendiri telah dilindungi sejak tahun 1990 melalui Peraturan Perburuan Binatang Liar (PPBL) No. 226 /1931, UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan UU No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Baca Juga  Mess pekerja batu bata dilalap si jago merah

Tidak diketahui dalam rangka apa mereka membunuh hewan-hewan malang itu. Keduanya bahkan dengan bangga memamerkan hasil perbuatannya itu sambil menenteng senapan angin yang digunakan untuk berburu.

Jika memang mereka membunuh satwa liar tersebut maka bisa diancam hukuman yang diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Aparat kepolisian harus memburu keduanya pemuda tersebut untuk dimintai pertanggungjawabannya.

Sebab tindakan menyiksa, menganiaya, atau bahkan membunuh hewan yang dilindungi tersebut dapat dipidana sebagaimana terdapat dalam Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990 yang berbunyi:

“Setiap orang dilarang untuk

a.    menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;

b.    menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;

c.    mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

d.    memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

e.    mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan/atau sarang satwa yang dilindungi.”

Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) tersebut adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) (red/rtl)

Baca Juga  Kapolres Halsel Hadiri Pencanangan Ketahanan Pangan Kab. Halsel