Belain Dukung Langkah Isolasi Global Terhadap Warga China

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pimpinan organisasi Bela Indonesia (BELAIN) mendukung langkah aksi isolasi global terhadap warga negara RRC, demi terjaminnya perlindungan kesehatan, pencegahan ancaman nyata kohesi sosial, dukungan moral kepada warga negara RRC dan warga dunia yang terinveksi, pasca meningkatnya jumlah kematian warga negara RRC, akibat wabah virus Corona.

Direktur BELAIN, Abdussalam Hehanussa menilai sikap Xenophobia publik global dan nasioal terhadap warga negara RRC, sebagai bentuk sikap kewaspadaan nasional yang rasional terhadap bahaya nyata virus Corona, patut didukung penuh.

Apalagi bersamaan dengan isu wabah virus Corona, publik nasional kaget, karena militer RRC tetap menujukan sikap kontradiksi dan konflik, dengan terus memprovokasi patroli TNI di perairan kepulauan Natuna Utara dengan kapal perang Fregat Jiangkai Class, sejak tanggal 29 Januari 2020 lalu.

Baca Juga  Hasil Pertandingan dan Daftar 4 Tim Lolos ke Perempat Final Liga Europa, Kamis (6/8/2020) WIT

BELAIN juga mendukung penuh langkah pemerintah RI menaikan level kewaspadaan nasional dengan memulangkan WNI yang berada di kota Wuhan RRC, menghentikan kunjungan, visa on arrival. Impor hewan hidup dari RRC, dan memulangkan WNI RRC dari Bali.

Langkah ini menurut Hehanussa patut didukung demi terjaminnya keselamatan, kesehatan dan perlindungan WNI dari epidemi wabah virus Corona.

Direktur BELAIN, Abdussalam Hehanussa

Lebih jauh, Hehanussa menjelaskan, bersamaaan dengan aksi provokasi Kementerian Luar Negeri RRC soal klaim
perairan kepulauan Natuna Utara pada bulan Desember 2019 hingga Januari 2020, publik global juga menunjukan sikap Xenophobia (sinisme dan ketakutan) terhadap warga RRC.

“Ketika Dunia Islam terus marah terhadap isu Islamophobia (kebencian anti Islam) di RRC terhadap etnis Uighur di Provinsi Xinjiang, publik global juga marah atas kelalaian dan pembiaran penanganan pasien virus Corona (nCov-2019), di Wuhan Provinsi Hubei. Akhirnya, banyak negara melarang warganya berkunjung ke RRC, dan membatasi kedatangan warga negara RRC. Terutama Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Turki, Saudi, Singapura, Malaysia dan Indonesia”, paparnya, Senin (10/2/2020).

Di sisi lain menurutnya, sikap Juru Bicara Kemenlu RRC, Hua Chunying yang kerap sombong soal isu Natuna, kini mengemis kepada semua negara untuk membuat penilaian dan tanggapan yang masuk akal. Termasuk memohon bantuan global atas kekurangan perlengkapan medis.

Baca Juga  Untuk Jadi LIN, Pemprov Maluku Harus Kurangi Regulasi Yang Menghambat Investasi

Namun publik global tambah bersikap Xenophobia, ketika berita update jumlah kematian akibat wabah virus Corona, sejak tanggal 9 Februari 2020, terus melonjak jadi 811 orang meninggal, 37.200 terinveksi, termasuk 265 kasus yang menyebar ke 26 negara.

BELAIN menurutnya ikut mendukung tindakan tim komunikasi resiko dan manajemen infodemik WHO yang aktif melacak informasi yang salah mengenai virus Corona untuk mengatasi rumor, hoax, informasi palsu dan mempromosikan informasi akurat kepada publik global.

“Kami menyerukan kepada semua generasi muda milenial, organisasi kepemudaan dan media untuk terus mewaspadai dampak kampanye propaganda pemerintah RRC soal isu wabah Corona dan aksi provokasi militer RRC di perairan kepulauan Natuna Utara”, pungkasnya. (red)