oleh

Tak Punya Uang, Pemprov Malut Pinjam 500 Miliar Ke Pihak Ketiga

Link Banner

Porostimur.com | Sofifi: Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 500 miliar ditengah krisis keuangan yang melanda daerah itu.

Pinjaman dengan nilai cukup fantastis ini hingga kini belum ada rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Walau begitu, Pertimbangan Teknis (Pertek) pinjaman sudah disetujui. Karena itu tinggal menunggu tanda tangan Mendagri.

Link Banner

“Perteknya sudah disetujui Mendagri. Tinggal menunggu tandatangan mereka saja,” kata Sekretaris Provinsi (Sekprov) Malut Samsuddin A Kadir.

Selain rekomendasi Mendagri, persetujuan penjaminan juga harus ada rekomendasi dari Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu).

Pengajuan ke Menkeu tersebut untuk menentukan batas defisit pinjaman. “Sementara di Menkeu belum. Setelah kita mendapatkan rekomendasi dari Mendagri baru kita ajukan ke Menkeu untuk milihat batas defisit dari pinjaman. Karena harus mendapatkan izin dari Menkeu,” ungkapnya.

Mantan Pj Bupati Morotai ini menuturkan, pinjaman Pemprov ke pihak ketiga ini diprioritaskan pada dua item Pembangunan infrastruktur yakni proyek Rumah Sakit Umum (RSU) Sofifi dan proyek jalan dan jembatan.

Kendati demikian, dua proyek tersebut bergantung pada anggaran hibah dan APBD induk.

“Perencanaan pembangunan Rumah Sakit, kita dapat hibah. Sementara diproses untuk keluar hibahnya dan ditenderkan. Sedangkan proyek jalan dianggarkan pada APBD kita. Ini sebagai syarat untuk MoU pinjaman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Pemprov Malut ini menyampaikan, untuk pengembaliannya sebesar 7 persen atau Rp 35 miliar dari total pinjaman Rp 500 miliar selama 5 tahun.

“Tapi untuk tahun pertama belum pengembalian. Tahun kedua dan seterusnya baru ada pengembalian pinjaman,” ujarnya (red/rtm)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed