oleh

LSM Rorano Kecam Langkah Pemprov Maluku Utara Tangani Pandemi Corona

Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Meskipun 1 orang warga di Ternate, Maluku Utara dinyatakan positif terjangkit Covid-19 atau Corona, namun Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum menetapkan status Kejadian Luar Bisa (KLB) di wilayah itu.

Sebagaimana diketahui, Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus positif Corona per 23 Maret 2020 bertambah 65 berdasar data yang dihimpun selama satu hari.

Link Banner

Yuri bilang, lokasi kasus positif baru ada di Provinsi Maluku Utara dan Jambi dengan masing-masing ada 1 kasus positif baru.

“Tambahan kasus 65 orang positif, sembuh 1 orang, total 30 orang, 1 kasus meninggal total 49 orang,” kata Yurianto dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020).

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Corona Maluku Utara, dr Rosita Alkatiri Rosita saat konferensi pers di Posko Covid 19, Senin (23/03/2020), hanya menyampaikan angka-angka baik OPD, PDP maupun positif Corona dan menyampaikan sejumlah himbauan.

Kasus terkonfirmasi positif covid 19 di Ternate adalah pasien dirujuk dari Rumah Sakit Tentara yang sebelumnya dipulangkan dari RSUD Chasan Boesoirie Ternate karena dianggap kondisinya membaik.

Padahal, setelah hasil tes spesimen yang dikirim ke Litbangkes pada Kamis, (18/3) dan diperoleh hari siang tadi, menunjukkan bahwa orang tersebut positif covid-19.

Sore tadi, pasien positif tersebut langsung dibawa kembali ke RSUD. Pihak RSUD juga turut membawa keluarga pasien untuk dikarantina.

Langkah gagap dan sembrono Pemerintah Provinsi Maluku Utara ini pun mendapat kecaman keras dari LSM RORANO Maluku Utara.

Direktur LSM RORANO Maluku Utara, Asghar Saleh mengaku bingung dengan langkah Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menangani Pandemi Corona.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara wajib  menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pascapenemuan kasus positif Covid-19 di Ternate sore tadi.

“Kalau sudah satu (kasus positif) Pemerintah harus langsung menyatakan KLB,” kata katanya, Senin (23/3/2020).

Asghar mengatakan, bila sebelumnya Pemprov Maluku Utara telah menetapkan status siaga corona di daerah ini, maka status itu otomatis langsung ditingkatkan menjadi KLB setelah ditemukan kasus positif Covid-19 di Kota Ternate.

“Kalau kemarin-kemarin statusnya siap siaga, ya kalau sekarang dari sisi kesehatan statusnya sudah harus langsung KLB,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara agar secara resmi mengumumkan status Kejadian Luar Bisa pasca ditemukan kasus baru pasien positif virus corona baru atau Covid-19 sore tadi. (red)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed