Abaikan Risiko Tertular Corona, Warga Ternate Serbu Swalayan

oleh -2.712 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Di tengah pandemi wabah Corona yang tengah melanda daerah ini, ratusan warga Ternate justru menyerbu salah satu swalayan untuk membeli gula yang dijual dengan harga yang miring.

Dari pantauan porostimur.com di lapangan, Ahad (29/3/2020), masyarakat yang menyerbu pasar tersebut tidak hanya ibu-ibu, bapak bapak pun terlihat ikut berdesak-desakan untuk mendapatkan gula yang dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram.

Bahkan terdapat anak-anak dan balita yang terlihat dalam kerumunan tersebut tanpa menggunakan masker pelindung.

Salah satu pembeli bernama Julianti ketika di tanya alasannya berbelanja adalah karena dirinya mendengar jika swalayan ini menjual gula dengan harga yang murah.

Julianti bilang gula di swalayan teesebut dijual dengan harga Rp12.500 sementara di pasar saat ini Rp. 20.000.

Baca Juga  Ringkus Karyawan Dealer di Ternate, BNN Kejar Oknum Anggota Polda Malut Terduga Kepemilikan Shabu

“Harganya Rp12.500 dan satu orang hanya bisa membeli 1 kilogram, kalau kemarin satu orang bisa membeli 2 kilogram,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur LSM Rorano Maluku Utara, Asghar Saleh menyayangkan adanya aktivitas warga tersebut.

Asghar bilang, berkumpulnya banyak orang bisa berujung pada penyebaran Covid-19 atau virus corona. Apalagi Kota Ternate telah mengoleksi satu orang pasien positif virus mematikan itu.

Ia meminta agar para pedagang dan warga dapat mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di tengah situasi krisis saat ini.

“Kalo ini betul jelas salah karena melanggar anjuran pemerintah tidak mengimpulkan orang dlm julmlah banyak apapun alasannya. Ada maklumat Kapolri juga. Jika pengusaha mau membantu caranya langsung koordinasi dengan pemkot biar dilakukan secara baik. Pemkot musti tegur keras. Terulang lagi ditutupditutup,” tukasnya.

Baca Juga  Ambon Semanis Luka Lama

Mantan Anggota DPRD Kota Ternate ini juga meminta Pemkot Ternate membuat edaran ke semua pihak untuk tidak mengadakan pasar murah.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) pada Sabtu (28/3/2020) kemarin mencatat, ada satu kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru yang menjalani perawatan di RSUD Tobelo, Halmahera Utara atau alami peningkatan untuk PDP dari 6 pasien menjadi 7 orang.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr Rosita Alkatiri melalui siarannya menyatakan, satu PDP terbaru saat ini ditangani tim medis RSUD Tobelo, satu di RSUD Jailolo dan lima pasien PDP menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Chasan Boesoerie Ternate

Baca Juga  HIPMI Malut & LSM Daurmala Desak Kapolda Tindak Tegas Anggotanya yang Diduga Aniaya Perempuan

“Kami mencatat, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk kabupaten/kota di Malut naik dari 33 orang menjadi 38 orang, terbanyak di Kota Ternate 36 oang dan Pulau Taliabu 2 orang,” kata dr Rosita.

Begitu pula untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari 171 orang naik menjadi 176 orang dan terbanyak di Kota Tidore Kepulauan 39 orang, Kota Ternate 35 orang, Halmahera Utara 33 orang, Halmahera Selatan 27 orang, Halmahera Timur 13 orang, Pulau Morotai 11 orang, Kepulauan Sula 9 orang, Halmahera Barat 6 orang dan Halmahera Tengah 5 orang. (red)