Porostimur.com, Washington – Pensiunan jenderal Amerika Serikat, Mark Kimmitt, mengungkapkan bahwa invasi Amerika Serikat dan Israel ke Iran berpotensi menjadi perang tanpa batas waktu. Ia juga menilai, dalam skenario tertentu, Washington dan Tel Aviv belum tentu keluar sebagai pemenang.
Berbicara kepada Al Jazeera, Kimmitt memaparkan sejumlah alasan yang menurutnya membuat kemenangan mutlak atas Iran sulit dicapai.
1. AS Ragu Kirim Pasukan Darat
Kimmitt mengatakan, terlepas dari berbagai spekulasi yang beredar, Amerika Serikat telah menjelaskan tujuannya di Iran, yakni mengakhiri program nuklir Teheran, mengurangi kemampuan rudal balistik dan drone, serta melemahkan jaringan proksi yang didukung Iran.
Namun ia menepis kekhawatiran—termasuk dari kalangan Partai Demokrat—bahwa tujuan tersebut akan mengharuskan pengerahan pasukan darat.
Menurutnya, Presiden AS saat itu, Donald Trump, tidak menginginkan keterlibatan dalam perang berkepanjangan seperti di Irak dan Afghanistan.
“Presiden Donald Trump telah mengatakan bahwa ia tidak ingin terlibat dalam perang abadi, perang yang memperlambat pergerakan pasukan di negara-negara seperti Irak dan Afghanistan, karena misi beralih dari operasi militer ke pembangunan negara,” kata Kimmitt.









