3 Bule Uzbekistan Jual Díri di Bali, Diduga Tak Punya Uang Pulang

oleh -384 views
Link Banner

Porostimur.com | Denpasar: Tiga bule cantik asal Uzbekistan jual diri di Bali karena diduga tak punya uang untuk pulang ke negaranya.

Bule Uzbekistan itu ditawarkan oleh germo bernama Poltak P Manihuruk alias Robby (42) kepada pria hidung belang.

Setelah setahun menjajakan bule cantik, Robby akhirnya diciduk polisi di kos-kosan miliknya di Jalan Glogor Carik Gang Kwala Nomor 11 Pemogan, Denpasar Selatan, Rabu (7/4).

Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan Robby menjual banyak perempuan, termasuk bule cantik dari Uzbekistan.

“Terungkapnya perbuatan pelaku diawali dari laporan masyarakat mengenai dugaan adanya praktek prostitusi online yang dilakukan oleh Robby,” ucap Jansen dalam konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Jumat (9/4).

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya mengerahkan anggota untuk melakukan pengecekan di sebuah hotel yang terletak di Jalan Teuku Umar Denpasar pada Rabu (7/4) sekitar pukul 20.45 Wita.

Baca Juga  Bawaslu dan 6 Instansi Bentuk Pokja Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan Pilkada Serentak 2020

Di lokasi ditemukan ada dua kamar yang berisikan pasangan bukan suami istri.

Ketika diinterogasi pria hidung belang yang terciduk mengaku bersenang-senang dengan wanita yang dia booking lewat perantara Robby.

Pria hidung belang itu mengaku membayar sesuai tarif kencan yang ditetapkan oleh Robby.

Berbekal keterangan dari pelanggan, polisi bergerak ke kos-kosan Robby dan menangkap pria berusia 42 tahun itu.

Tarif Bule Uzbekistan Rp2,5 Juta Sekali Kencan

Saat diperiksa, Robby mengaku menjual jasa bule Uzbekistan sebesar Rp 2,5 juta sekali kencan dengan waktu satu jam.

Nantinya hasil akan dibagi, Rp 1,5 juta diberikan kepada wanitanya dan Rp 1 juta masuk ke kantongnya.

Dalam sehari, mucikari asal Pematang Siantar, Sumatra Utara ini  bisa mendapatkan 5 hingga 7 pelanggan.

Baca Juga  Periksa Wagub Maluku, Ini Yang Dicari KPK

“Wanita yang ditawarkan yang bersangkutan sudah banyak, sudah sering dilakukan, dan yang menonjol bule Uzbekistan ini,” ucapnya.

Roby memasarkan bule Uzbekistan lewat pesan WhatsApp. Pelanggan yang sudah kenal akan menyebarkannya ke pria hidung belang.

Ketika disinggung apakah ada keterlibatan pihak hotel di dalamnya, Jansen mengaku sedang mendalaminya.

Menurut Jansen, lokasi praktek prostitusi bisa saja berpindah-pindah.

Jansen mengatakan, bule Uzbeksikistan menjadi PSK online diduga karena memerlukan uang untuk mencukupi kehidupannya di Bali akibat tidak bisa pulang ke negaranya.

“Bule Uzbekistan itu sudah datang ke Bali sebelum pandemi dan kenal pelaku saat di diskotek. Kemudian pelaku mengajaknya untuk jadi PSK,” ucap Jansen.

Bule Cantik Jual Diri Karena Tak Punya Uang

Jansen menduga bule cantik asal Uzbekistan terpaksa jual diri lantaran tidak punya uang untuk kembali ke negaranya.

Baca Juga  Giat Vaksinasi Oleh Pemda Malra Diapresiasi Masyarakat Setelah Divaksin

“Kita duga karena tidak bisa pulang dan perlu uang untuk hidup di sini,” tuturnya.

Ada 3 bule Uzbekistan yang berhasil diajak pelaku untuk menjadi cewek panggilan.

Terkait kasus bule Uzbekistan ini, Jansen akan bekerja sama dengan Imigrasi dalam menyelesaikan permasalahannya.

Akibat perbuatannya, Robby terancam dikenakan Pasal 296 KUHP yang berbunyi: Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Robby juga terjerat Pasal 506 KUHP yang berbunyi : Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadiakannya sebagai pencaharian, diancam pidana kurungan paling lama satu tahun.
(red/pojoksatu)