3 Kebohongan tentang Pernikahan yang Bisa Membuat Pasangan Terjebak dalam Ketidakbahagiaan

oleh -43 Dilihat

Porostimur.com, Ambon — Pernikahan sering dibayangkan sebagai akhir dari perjalanan cinta: dua orang bertemu, saling mencintai, menikah, lalu hidup bahagia selamanya. Namun, kehidupan rumah tangga tidak pernah sesederhana cerita dalam dongeng.

Di balik janji untuk hidup bersama, ada pekerjaan panjang yang harus dilakukan dua orang untuk menjaga hubungan tetap sehat. Perbedaan karakter, persoalan sehari-hari, perubahan perasaan hingga tuntutan hidup bisa menguji hubungan yang sebelumnya terlihat begitu sempurna.

Masalahnya, banyak pasangan justru memasuki pernikahan dengan ekspektasi yang keliru.

Narasi romantis dari film, iklan, media sosial hingga kisah cinta dalam dongeng kerap menciptakan gambaran bahwa pasangan akan selalu memahami, membahagiakan, dan melengkapi hidup kita.

Konselor dan psikoterapis Carol Freund menilai, sejumlah ilusi semacam itu justru dapat menjadi jebakan dalam kehidupan rumah tangga.

Baca Juga  Kaur Perencanaan Desa Kairatu Disorot Rangkap Jabatan sebagai Ketua Pamsimas Talaga Ratu

Salah satu yang paling mendasar adalah anggapan bahwa pernikahan itu mudah.

Menurut Freund, pernikahan memang bisa memberikan kebahagiaan dan menjadi hubungan yang sangat berharga, tetapi bukan berarti semuanya akan berjalan tanpa usaha.

“Pernikahan adalah, pada kenyataannya, sebuah pekerjaan — pekerjaan yang layak, tentu saja, tetapi tetaplah pekerjaan,” demikian pandangan Freund mengenai kehidupan rumah tangga.

No More Posts Available.

No more pages to load.