3 Kesalahan Strategi Zinedine Zidane yang Membuat Real Madrid Tidak Berdaya Hadapi Chelsea di Semifinal Liga Champions

oleh -70 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Real Madrid harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions 2020/2021. Kamis (6/5/2021) dini hari WIB, Real Madrid tumbang 0-2 di kandang Chelsea dalam duel leg kedua semifinal.

Kekalahan ini melengkapi hasil minor di leg pertama lalu. Real Madrid hanya bermain imbang 1-1 di kandang dan kini menyerah 0-2 di London.

Kedua laga ini sedikit berbeda, tapi ada beberapa kemiripan. Salah satunya adalah keputusan Zinedine Zidane soal taktik dan formasi Madrid.

Los Blancos kembali turun dalam formasi 3-5-2, lalu di mana letak kesalahan Zinedine Zidane? Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya. 

Soal Formasi

Bek Real Madrid, Sergio Ramos (tengah) menerima kartu kuning dari wasit Daniele Orsato saat melawan Chelsea dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2020/2021 di Stamford Bridge, London, Rabu (5/5/2021). Real Madrid kalah 0-2 dari Chelsea. (AP/Alastair Grant)

Formasi 3-5-2 adalah solusi Zinedine Zidane ketika timnya dihantam badai cedera beberapa bulan lalu. Kehilangan Sergio Ramos, Zidane mencoba memperkuat pertahanan tim dengan menambah personil defensif.

Baca Juga  DPR Kembali Wacanakan Pembentukan Pengadilan Khusus Pemilu

Perubahan formasi ini terbukti jadi solusi di beberapa pertandingan, tapi tidak kali ini. Dengan formasi 3-5-2, artinya Madrid bersiap untuk bermain lebih defensif.

Keputusan ini dinilai keliru. Real Madrid harus menyerang Chelsea untuk mencetak gol, seharusnya formasi 4-3-3 atau 4-4-2 lebih tepat.

Terbukti, Madrid hanya membuat total 7 tembakan. Hanya separuh dari catatan Chelsea dengan 15 tembakan.

Bukannya Menyerang Malah Bermain Hati-hati

Striker Real Madrid, Karim Benzema (kiri) dan bek Chelsea, Antonio Rudiger terjatuh saat perebutan bola dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2020/2021 di Stamford Bridge, London, Rabu (5/5/2021). Real Madrid kalah 0-2 dari Chelsea. (AP/Alastair Grant)

Seharusnya formasi 3-5-2 masih bisa dimaksimalkan dengan pendekatan ofensif, tapi apa yang terlihat di lapangan tidak demikian. Madrid terlalu berhati-hati, tidak mau mengambil risiko menyerang.

Ada terlalu banyak pemain yang menunggu di belakang bola. Bahkan Sergio Ramos yang biasanya naik menyerang sepertinya diberi instruksi khusus untuk menunggu di belakang.

Baca Juga  2 Pemuda Spesialis Pembobol Rumah Kosong Ditangkap Tim Tarsius Polres Bitung

Hasilnya, serangan-serangan Madrid tidak terlalu mengancam. Karim Benzema saja tidak cukup.

Salah Pilih Starter

Gelandang Real Madrid, Eden Hazard saat dilanggar bek Chelsea, Andreas Chistensen pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions di Stamford Bridge di London, Kamis (6/5/2021). Chelsea akan bertemu Manchester City di babak final. (AP Photo/Alastair Grant)

Selain soal formasi, pemilihan pemain Zidane juga patut dikritik. Dia mengambil risiko memainkan Sergio Ramos yang baru pulih dan Eden Hazard yang belum mencapai match-fit.

Keputusan ini dapat dipahami, tapi ada masalah di bangku cadangan. Akhir pekan lalu Isco main luar biasa di La Liga, tapi dia tidak mendapatkan kesempatan di laga ini.

Zidane juga memaksa Vinicius Junior bermain di kanan dan terlambat membuat pergantian pemain di babak kedua.

(red/opta/bola)

No More Posts Available.

No more pages to load.