La yukallifullahu nafsan illa wus’aha, laha ma kasabat wa’alaiha maktasabat, rabbana la tu akhizna in nasina au akhta na, rabbana wa la tahmil alaina isran kama hamaltahu alalazina ming qablina, rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih, wa’fu anna, wagfir lana, war hamna, anta maulana, fansurna ‘alal qaumil kafirin.
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. Mereka berdoa, Ya Tuhan kamu, janganlah Engkau hukum kamu jika kami lupa atau kami tersalah.”
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
3. Surah Al-Qadr
Surah Al-Qadr juga termasuk bagus dibacakan selama bulan Ramadan. Terlebih artinya mengandung makna perihal keistimewaan malam lailatul qadar.
ِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِوَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗلَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗتَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛسَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ









