4 Tewas, Wartawan di Caki-Maki Aparat di Jayapura

oleh -85 views
Link Banner

Porostimur.com | Jayapura: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai mengatakan ada empat korban jiwa dalam aksi pembubaran mahasiswa di kawasan Expo, Waena, Distrik Heram, Jayapura, Senin (23/9/2019) siang.

“Satu dari pihak TNI yaitu dari 751 (Yonif 751/Raider, bernama Praka zulkifli), tiga lainnya adalah korban dari mahasiswa (orang Papua),” kata Giyai di RS Bhayangkara Jayapura, seperti dikutip dari jubi.co.id.

Dia juga mengatakan sudah ada 10 orang terluka yang tengah ditangani. “Saya berharap tidak ada korban lagi,” tambahnya.

Gubernur Papua Lukas Enembe sebelumnya hanya membenarkan ada bentrok antara aparat dan mahasiswa. Namun, seperti dilaporkan Antara, dia belum tahu apakah ada korban jiwa atau tidak.

“Pasti aparat keamanan akan menindak tegas jika saudara mengganggu aktivitas pemerintah, termasuk pembakaran maupun pemblokiran ruas jalan pemerintah,” katanya.

Baca Juga  Kondisi Mikhavita Wijaya Usai Kabar Selingkuh dengan Hotma Sitompul

Semua berawal ketika para mahasiswa hendak mendirikan Pos Solidaritas Eksodus Mahasiswa di halaman Auditorium Universitas Cendrawasih. Akibat rasisme, para mahasiswa Papua yang tengah studi di luar Papua terpaksa pulang ke kampung halamannya.

Tiga wartawan diindimidasi saat meliput aksi di Uncen ini. Mereka juga dicaci maki polisi dari Polda Papua. Jurnalis Papua Arnold Belau mengatakan yang diintimidasi adalah Benny Mawel (jurnalis Jubi dan Jakarta Post), Ardi Bayage (Suara Papua), dan Hengky Yeimo (Jubi).

Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Albert Rodja mengatakan polisi langsung memulangkan para mahasiswa karena mereka tidak mengantongi izin.

“Itu tidak dibenarkan. Jadi kami membubarkan mereka,” katanya.

Para mahasiswa lantas dipulangkan ke Expo Waena karena di sanalah mereka awalnya berkumpul. Ada 20 truk dikerahkan, jumlah mahasiswa yang dipulangkan kira-kira 60 orang, terang Rudolf.

Baca Juga  Makin Terang, Komnas HAM Benarkan Laskar FPI Miliki Senpi dan Baku Tembak dengan Polisi di Tol Cikampek

Tapi, berdasarkan Siaran Pers Pendam XVII/Cenderawasih yang diterima reporter Tirto, bentrokan antara mahasiswa dan aparat terjadi setiba di lokasi, kira-kira pukul 11.00 WIT. (rtl/red/jubi/sp/tirto)