Muhdi-Gazali Gagal Meluncur di Pilwako Ternate 2020

oleh -41 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Pasangan Muhdi Ibrahim dan Gazali Wesplat, gagal mencalonkan diri sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Ternate kerena tidak memenuhi syarat dukungan minimal pada jalur perseorangan atau independen.

Syarat dukungan sesuai daftar pimilih tetap (DPT) Kota Ternate menimal sebanyam 12 orang sedangkan pasangan Muhdi-Gazali hanya memperoleh sebanyak 11.256 dukungan berdasarkan vertikasi terakhir.

Hal ini disampaikan ketua KPU Kota Ternate, M. Zen A. Karim dalam Rapat Pleno di Aula KPU Kota Ternate Jumat (21/8/2020).

Ketua KPU saat membacakan hasil verifikasi faktual terakhir pasangan Muhdi-Gazali tidak atau belum memenuhi syarat dukungan minimal sebagai syarat untuk bisa mendaftar pada tanggal 4 September hingga 6 September 2020.

Link Banner

Dikatakan bahwa berdasarkan hasil verifikasi faktual (verfak) terakhir, pasangan Muhdi-Gazali hanya memiliki 11.256 dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat (MS).

Baca Juga  Merdeka dari Indonesia, Timor Leste Kini Sangat Damai

“Deharusnya pasangan calon Muhdi-Gazali memiliki dukungan 12 ribu baru bisa dinyatakan lolos sebagai calon jalur perseorangan dan berhak berdaftar di tanggal 4-6 September.l”, tukasnya.

M Zen bilang, berdasarkan hasil verfak terakhir Muhdi-Gazali dapat 11.256 dukungan, maka secara administratif pasangan calon perseorangan ini dinyatakan tidak lolos dalam bursa pilwako serentak 9 Desember 2020.

Sebentara itu, Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan memberikan apresiasi terhadap jajaran pengawas yang mengawal baik tahapan verifikasi ditingkat kecamatan maupun kelurahan.

“Yang berjibaku selama proses verifikasi faktual ini berjalan karna verifikasi. Kenapa? karna proses verifikasi faktual perbaikan bakal calon perseorangan itu berjalan beririsan dengan pencocokan dan penelitian data pemilih,” katanya.

Baca Juga  AMGPM Ranting Imanuel Ternate Berbagi Takjil di RSUD Chasan Boesoirie Ternate

Kalau dalam perangkat penyelenggara KPU di dua tahapan ini agak berbeda penyelengaranya. Verfak dilaksanakan oleh PPS dan kemudian coklit dilakukan oleh PPDP hanya saja jajaran kami di pengawas Pemilu hanya satu yang melaksanakan dua tugas sekaligus dalam proses pengawasan yakni mengawasi Coklit dan mengawasi verifikasi faktual bakal calon perseorangan difase perbaikan”, tambah Sahlan.

Sahlan memberikan apresiasi kepada jajaran pengawas di tingkat kecamatan maupun tingkat kelurahan.

Begitu juga dengan jajaran KPU Kota Ternate dalam hal ini PPK dan PPS yang beberapa rekomendasi juga telah ditindak lanjuti ditingkat kecamatan bahkan ditingkat kelurahan.

“Oleh karna itu maka proses ini berjalan dengan baik sampai hari ini telah dilakukan rekapitualisasi di tingkat KPU dan tadi sudah dibacakan pandangan Ketua KPU melalui rapat pleno bahwa bakal calon perseorangan tidak memenuhi syarat 10 persen daripada DPT Pemilu sebelumnya. Sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri untuk maju sebagai calon walikota dan wakil walikota”, bebernya. (al)