44 Komunitas Peduli Sungai di Maluku Dapat Penghargaan dari BNPB

oleh -22 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Sebanyak 44 Komunitas Peduli Sungai (KPS) di Provinsi Maluku mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya dalam menjaga lingkungan dan merawat ekosistem sungai sebagai sumber penghidupan sekaligus upaya pengurangan risiko bencana di Provinsi Maluku.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2021 yang diselenggarakan di Kota Ambon.

Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, didampingi Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn) Murad Ismail menyerahkan penghargaan itu kepada lima perwakilan KPS di kampus IAIN Ambon, Maluku, Selasa (19/10/2021).

Kelima perwakilan KPS tersebut meliputi KPS Kalesang Negeri Soya sebagai pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Batugajah, KPS Oriental di DAS Batu Gantung, KPS Hatukau yang mengelola DAS Sungai Batu Merah, KPS Alstonia dan KPS Kalesang Soya.

Kepala BNPB Ganip Warsito mengapresiasi para penerima, melalui penghargaan tersebut maka tanggung jawab juga semakin besar. Tentunya hal itu berkaitan dalam konsistensi dalam merawat dan menjaga alam sebagai langkah pengurangan risiko bencana untuk jangka panjang.

Baca Juga  Tak Dibarengi Transisi Administrasi dan Politik, Otsus Papua Harus Direvisi

“Penghargaan yang anda terima ini merupakan bentuk konsistensi yang baik dan teruslah lebih baik dalam menjaga dan merawat sungai. Tanggung jawab anda semakin besar. Teruslah bersemangat,” kata Ganip kepada penerima penghargaan.

Ganip menegaskan, pengelolaan dan pelestarian sungai serta lingkungan sekitar perlu dilakukan secara konsisten mulai dari hulu hingga hilir.

Menurut Ganip, tanpa pengelolaan dan pelestarian yang baik maka dapat menimbulkan adanya lahan kritis.

Lahan kritis yang terus mengalami peningkatan dapat berdampak pada kehidupan manusia, antara lain berkurangnya supply air di wilayah hilir, petensi pencemaran air sungai, timbulnya bahaya banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau, erosi dan sedimentasi yang juga dapat terjadi apabila sungai tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga  Proyek MCK di Modapia Tanpa Papan Nama

“Dengan melihat pentingnya sungai bagi kehidupan manusia, maka aktivitas pengelolaan dan pelestarian sungai menjadi hal penting untuk dilakukan secara terus menerus,” kata Ganip.

Guna mencegah terjadinya dampak buruk tersebut, Ganip menekankan beberapa hal penting yang perlu dikembangan dalam kegiatan pelestarian lingkungan sungai antara lain adalah terwujudnya koordinasi, kampanye pelestarian lingkungan hidup, pelaksanaan identifikasi dan analisa daerah sungai yang memerlukan perhatian lebih, terwujudnya pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan tanaman yang bermanfaat dari segi ekologi dan bernilai ekonomi.

Dari beberapa hal tersebut, Ganip berharap kelak upaya itu mampu memberikan dampak yang baik bagi kehidupan manusia mendatang serta dapat menjadikan indeks risiko bencana dapat diperkecil untuk jangka panjang.

Baca Juga  Skor Zonasi Kota Ambon Meningkat

“Output yang diharapkan adalah meningkatnya produktivitas lahan dan pemanfaatan sungai sebagaimana fungsi alaminya. Sedangkan outcome yang paling penting adalah menurunnya indeks risiko bencana,” terang Ganip. (nur)