48 CPNS Kemenag Maluku Ikut Latsar Gelombang II

oleh -27 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sebanyak 48 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Provinsi Maluku – Maluku Utara mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) Gelombang ke II terdiri dari Angkatan IV dan V.

Melalui Latsar ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad, S. Pd, M. Pd menegaskan keharusan setiap CPNS menjadi pelaku moderasi beragama di tengah-tengah gempuran intoleransi dan radikalisme.

Penegasan tersebut disampaikan Kakanwil Kemenag Maluku sebelum membuka pelaksanaan Diklat Latsar yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon, Kamis (5/9).

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat eselon III/IV Kanwil Kemenag Provinsi Maluku.

Link Banner

Moderasi beragama merupakan program unggulan Kemenag yang terus dibahasakan lewat setiap momentum kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan. Konsep dasar membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap hidup dalam kedamaian dan kerukunan ini pun disampaikan Kakanwil dihadapan puluhan CPNS.

Baca Juga  Berjam-jam Menunggu di Pelaminan, Mempelai Wanita Akhirnya Pingsan Calon Suami Tak Pernah Datang

Menurutnya, setiap warga negara termasuk aparatur pemerintahan wajib menempatkan diri sebagai pelaku utama moderasi beragama.

Kakanwil menilai, komitmen keagamaan dan kebangsaan sudah seharusnya tuntas sejak Bhineka Tunggal Ika hadir untuk menyatukan segala perbedaan di setiap umat beragama.

“Jangan ada paham aneh-aneh, yang Islam mengkafirkan sesamanya, ini tandanya dia tidak tuntas soal komitmen keagamaan dan kebangsaanya,” cetus Musaad.

Kakanwil menerangkan, tidaklah berlebihan jika Aparatus Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama dijadikan ikon dari gerakan moderasi beragama di Indonesia saat ini.

Meski merupakan program yang digagas pemerintah pusat, tetapi ASN Kemenag di Maluku patut melangkah lebih cepat dan konkrit untuk menyebarluaskannya.

Sebagai Kepala Kementerian Agama Maluku, Musaad menghimbau seluruh CPNS Kemenag di daerah ini menjadikan jargon moderasi beragama sebagai ruh dan kata kunci yang harus menjiwai seluruh program pelayanan keagamaan di wilayah kerjanya.

Baca Juga  Lantik 30 PPNS Perikanan Maluku, Ini Pesan Menteri Edhy

Diserukan, agar moderasi beragama menjadi arus utama dalam corak keberagaman masyarakat Maluku. Alasannya jelas dan tepat, bahwa beragama secara moderat adalah karakteristik umat beragama di Indonesia, serta lebih cocok untuk kultur masyarakat bangsa ini yang majemuk

“Beragama secara moderat adalah model beragama yang telah lama dipraktekkan dan tetap diperlukan pada era sekarang ini,” terangnya.

Terkhusus bagi Kakanwil, keragaman Indonesia sedang di uji, dimana sikap keberagaman yang ekstrem diekspresikan oleh sekelompok orang atas nama agana, tidak hanya di media sosial, tetapi juga di jalanan.

Maka, menurut Kakanwil, seluruh ASN maupun CPNS Kemenag wajib menjewantahkan nilai-nilainya ke setiap masing-masing satker, sehingga ruhnya tetap melekat sepanjang keberadaannya.

Baca Juga  Lawan Hoaks Covid-19: Japelidi Kampanye dalam 42 Bahasa Daerah

“Kita berharap moderasi beragama menjadi solusi dari ekspresi keberagaman yang problematik selama ini. Sebabnya, moderasi beragama tidak berhenti saat ini, tetapi perlu dilembagakan secara permanen sehingga ia selalu ada ketika dibutuhkkan. Semoga,” harapnya.

Sementara d Ketua Panitia Penyelenggara Latsar, Rusmin Soleman dalam laporannya menyebutkan, Diklat CPNS Gelombang II Angkatan IV dan IV ini diselenggarakan terhitung sejak 05 September sampai 29 Oktober 2019.

Mereka akan dididik bertanggung jawab sebagai pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. 

Sebelumnya, telah dilaksanakan Diklat CPNS Gelombang Pertama yang terdiri dari Angkatan I, II dan III. Mereka akan mengikuti pelatihan dasar dimulai pada 14 Agustus sampai 3 September 2019. (keket)