5 Fakta Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Calon Tunggal Pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot

oleh -41 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak lama lagi purnatugas. Lalu siapa calon penggantinya?

Jenderal TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, atau Angkatan Udara?

Teka-teki itu akhirnya terjawab.

Presiden Joko Widodo resmi mengajukan nama Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima baru TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun.

Link Banner

Surat pengajuan tersebut diserahkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Wakil Ketua DPR RI bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Fadli Zon, Senin (4/12/2017) pagi. Adapun Pratikno meninggalkan gedung DPR sekitar Pukul 08.50 WIB.

“Surat tadi saya terima dan juga diserahkan langsung kepada Plt Sekjen DPR Ibu Damayanti untuk kami proses,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Fadli menambahkan, dalam surat tersebut sekaligus disampaikan bahwa Gatot akan diberhentikan dengan hormat. Selanjutnya, surat akan dibahas dalam rapat pimpinan DPR yang rencananya akan digelar Senin siang.

Sesuai mekanisme, surat akan terlebih dahulu dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk mengagendakan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh komisi terkait, yakni Komisi I.

Politisi Partai Gerindra itu berharap proses dapat diselesaikan sebelum DPR memasuki masa reses pada 13 Desember 2017.

Baca Juga  Pemkot Ambon Bagikan Bantuan Kepada Pos TNI dan Babinsa Sekota Ambon

Keinginan untuk segera memproses pergantian tersebut juga disampaikan oleh Presiden melalui surat tersebut. “Dalam surat juga disampaikan keinginan untuk bisa diproses dalam waktu yang tidak lama,” tuturnya.

Lalu Siapa Marsekal Hadi?

Merangkum dari sejumlah sumber berikut fakta-fakta calon tunggal Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo itu: 

1. Angkatan 1986

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip. lahir di Malang, Jawa Timur, 8 November 1963. Usianya kini 54 tahun.
Hadi seorang perwira tinggi TNI Angkatan Udara lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987.

2. KSAU Sejak 18 Januari 2017, Mantan Sekretaris Militer Presiden Jokowi

Berdasarkan Keputusan Presiden, pada 18 Januari 2017 ia mendapat amanat jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Udara/KSAU.
Hadi, merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986, sebelumnya ia menjabat Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Jokowi di bawah Kementerian Sekretariat Negara.

3. Tugas Pertama di Skadron Udara 4

Setelah lulus Akademi Angkatan Udara (AAU) pada 1986, Hadi mengawali kariernya di Skadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Baca Juga  Atasi Kesulitan Masyarakat, Kodim 1509/Labuha Gelar Bakti Sosial

Tugas Skadron Udara 4 adalah mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut.

Adapun tugas Hadi saat itu adalah menjadi pilot pesawat angkut Cassa. Pada tahun 1993, kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

Selepas itu, tahun 1996 ayah dua putra itu tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan. Dia berganti memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops “A” Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

4. 2010 Komandan Pangkalan Udara

Pada tahun 2010, Hadi menduduki posisi sebagai Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo.

Setahun kemudian, dia menjabat tugas di luar TNI AU menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara.

Dua tahun setelah itu, Hadi berpangkat Kolonel dan dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional.

Dua bulan menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013-2015), Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, pada Juli 2015, Hadi ditugasi menjadi Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo dan pangkatnya naik menjadi Marsekal Muda. Pada bulan November 2016, Hadi dilantik menjadi Irjen Kementerian Pertahanan.

Baca Juga  Ajudan Murad Main Pukul, Ketua DPRD Bali Geram

5. Ini Riwayat Kariernya

Perwira Penerbang Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh (1986-1993)

Kepala Seksi Latihan Skadron 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh (1993)

Komandan Flight Ops “A” Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh (1996)

Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soemarno (1997)

Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarno (1998)

Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998)

Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto (1999)

Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto (2000)

Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I (2001)

Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan (Sekkau) (2004)

Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh (2006)

Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara (2007)

Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo (2010-2011)

Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI (2011)

Pamen Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara (2011)

Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013)

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013-2015)

Komandan Lanud Abdulrachman Saleh (2015)

Sekretariat Militer Presiden (2015-2016)

Irjen Kementerian Pertahanan (2016-2017)
Kasau (2017-Sekarang). (web-kps)