5 Hari Usai Divaksin, Komandan Brimob di Ambon Meninggal Dunia

oleh -11.571 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Salah satu Komandan Kompi di Satuan Brimob Polda Maluku dilaporkan meninggal dunia, Ahad (4/3/2021) pagi tadi.

Almarhum yang diketahui berinisial Iptu LT dilaporkan meninggal berselang lima hari setelah ia disuntik vaksin AstraZeneca saat vaksinasi massal di lapangan upacara Polda Maluku di kawasan Tantui pada Selasa (30/3/2021) pekan lalu.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, sebelum Iptu LT meninggal, istri almarhum sempat melihat suaminya itu terbaring di sofa dalam kondisi lemas.

“Benar yang bersangkutan (Iptu LT) meninggal tadi pagi. Jadi sebelum dibawa ke rumah sakit, yang bersangkutan sudah meninggal,” kata Roem, Ahad.

Link Banner

Roem menjelaskan almarhum awalnya mengikuti vaksinasi massal Covid-19 pada tanggal 30 Maret. Namun keesokan harinya, ia mengalami gejala meriang.

Baca Juga  Cegah Penyebaran COVID-19, Warga Galunggung Diminta Hadapi Ujian Ini Dengan Pasrah Kepada Allah

Setelah itu, lusanya, almarhum dibawa ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kesehatannya.

“Jadi tanggal 30 kemarin itu korban ikut vaksinasi, besoknya tanggal 31 korban alami meriang lalu korban bersama istrinya ke rumah sakit. Saat diperiksa tidak ada penyakit apa-apa, lalu korban diberi obat. Setelah itu korban minum lalu sembuh lagi seperti biasa,” ungkapnya.

Namun entah mengapa, lima hari setelah menerima vaksin, Iptu LT meninggal.

Menurut Roem, sebelum meninggal pagi tadi, malamnya almarhum sempat mengeluh sesak nafas.

“Jadi tidak bisa kita bilang karena vaksin, memang sempat sesak nafas tadi malam jam 12 lalu tadi pagi istrinya lihat suaminya sudah terbaring di sofa, lalu dibawa ke rumah sakit, ternyata sudah meninggal,” ungkapnya.

Baca Juga  Kepulauan Maluku, Negeri Tanah Goyang dan Air Turun Naik

Saat disinggung riwayat penyakit yang diderita korban, Roem mengaku pihaknya masih melakukan penelusuran.

“Kalau soal riwayat penyakit saya tidak tahu kita masih menelusurinya. Yang jelas sekali lagi kita tidak bisa bilang ini karena vaksin,” ungkapnya. (red/kcm)