5 Nabi yang Dibunuh dan Disiksa Kaum Yahudi

oleh -125 views
Kaum Yahudi Bani Israil dikenal sebagai kaum durhaka dan dilaknat Allah karena suka membunuh para Nabi di masanya. Foto/Islamic Axis View

Berikut Nabi yang dibunuh dan disiksa kaum Yahudi. Bani Israil memang dikenal sebagai kaum yang durhaka, barbar dan suka membunuh para Nabi dan Rasul Allah.

“Dulu Bani Israil diurus (dipimpin) oleh banyak Nabi. Setiap kali seorang Nabi wafat, maka digantikan oleh nabi setelahnya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Al-Qur’an memang tidak menyebutkan secara eksplisit jumlah Nabi dan Rasul yang dibunuh oleh kaum Yahudi Bani Israil. Namun, para ulama dan ahli sejarah menyebutkan ada sebanyak 70 Nabi yang telah dibunuh dan disiksa oleh kaum Bani Israil.

Ada lima Nabi yang masyhur dikisahkan dalam berbagai kitab dan literatur. Kelimanya adalah, Nabi Yesaya (Isaiah), Yahya ‘alaihissalam, Nabi Zakariya ‘alaihissalam, Nabi Uriah (Uria), dan penyiksaan terhadap Nabi Jeremiah (Yeremia). Juga percobaan pembunuhan Nabi Isa ‘alaihissalam yang kemudian diselamatkan oleh Allah Ta’ala.

Ibnul Qayim dalam kitab berjudul “Hidayah al-Hayara” menyebutkan bahwa kaum Bani Israil sepeninggal Nabi Musa ‘alaihissalam, mereka adalah pembunuh para Nabi. Berikut ulasannya:

1. Nabi Yesaya (Isaiah) ‘Alaihissalam
Ibnu Katsir dalam Qashash Al-Anbiya, menyebutkan setelah lama ditinggal Nabi Sulaiman, Bani Israil kembali durhaka kepada Allah. Maka Allah kemudian mengutus Nabi Yesaya bin Amos (Isaiah). Perutusan Nabi Yesaya terjadi pada masa setelah diutusnya Nabi Sulaiman, namun sebelum Nabi Yahya.

Allah mewahyukan kepada Yesaya untuk mengajak dan menasihati Bani Israil kembali ke jalan Allah. Tidak lama setelah Yesaya menyampaikan hal itu, kaum Bani Israil mencari dan memburu Yesaya untuk membunuhnya. Maka Yesaya melarikan diri dan melihat sebuah pohon besar di hadapannya yang tiba-tiba terbelah untuknya.

Tanpa ragu-ragu, Nabi Yesaya pun masuk di dalamnya. Setan yang melihat kejadian itu segera mengambil ujung baju Yesaya dan mengeluarkannya dari pohon hingga terlihat dari sisi luar. Ketika Bani Israil melihat ujung baju Yesaya itu, maka mereka mengambil gergaji dan membelah pohon itu, dan terbelahlah Yesaya bersama pohon tersebut. Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Nabi Yesaya dibunuh atas perintah Manasseh (Manasye), raja Kerajaan Yehuda yang berkuasa di Yerusalem sekira 687-643 SM.

Baca Juga  Memalukan dan Memilukan

2. Nabi Yahya ‘Alaihissalam
Dalam Kitab Al-Mubtada, Ishaq bin Bisyr meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasanya ketika Rasulullah ﷺ melakukan Isra’ Mi’raj, beliau bertemu Nabi Zakariya (ayah Nabi Yahya) di atas langit. Beliau menyapanya dan bertanya, “Wahai Abu Yahya, ceritakanlah tentang peristiwa pembunuhanmu, dan mengapa Bani Israil membunuhmu?” Zakaria menjawab, “Wahai Muhammad, aku beritahukan kepadamu, bahwa Yahya adalah manusia terbaik pada zamannya, ia memiliki wajah yang rupawan dan bersinar, dan seperti difirmankan oleh Allah bahwa ia adalah seorang panutan dan berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu). Ia sama sekali tidak butuh seorang wanita. Lalu istri dari raja Bani Israil ketika itu, yang senang menggoda kaum pria, suka terhadap Yahya (sebelum wanita itu menjadi istri raja).

Kemudian wanita itu pun menggoda Yahya, namun Allah masih menjaga Yahya hingga ia menolak dan tidak mau melakukan hal-hal yang tidak terpuji bersama wanita tersebut. Lalu wanita itu bertekad untuk membunuh Yahya dengan membujuk raja yang mengyukainya. Wanita Bani Israil berhasil menggoda raja dan bersedia untuk dinikahi. “Aku ingin darah Yahya bin Zakaria.” Awalnya sang Raja menolak, namun akhirnya menyetujuinya permintaan wanita itu: “Baiklah kalau begitu, darahnya akan aku berikan kepadamu.”

Baca Juga  Ultah Ke-28, Jikustik Bakal Gelar Syukuran dan Makan Malam Bersama Penggemar

Kemudian raja itu mengutus para pasukannya untuk mencari Yahya dan membunuhnya. Sore harinya, Allah membinasakan raja, keluarganya, dan seluruh bala tentara kaum Bani Israel tersebut.

3. Nabi Zakariya ‘Alaihissalam
Dalam Hadis disebutkan bahwa Nabi Zakariya ‘Alaihissalam adalah seorang tukang kayu.” (HR Muslim). Beliau hidup bersama putranya, Nabi Yahya ‘alaihissalam. Saat Nabi Zakariya mengetahui kematian putranya (Nabi Yahya), dan mengetahui Allah mengubur hidup-hidup orang yang membunuhnya, dia melarikan diri menuju kebun di Baitul Maqdis.

Ibnu Katsir menyatakan tentang kematian Nabi Zakariya karena dibunuh Bani Israil, juga diriwayatkan oleh Abdul Mun’im bin Idris bin Sinan, dari ayahnya, dari Wahab bin Munabbih. “Ketika itu Zakariya melarikan diri dari kejaran kaumnya, lalu ia masuk ke dalam sebuah pohon. Dan saat kaumnya mengetahui bahwa ia berada di dalam pohon, maka mereka mengambil sebuah gergaji dan menggergaji pohon tersebut.

Lalu saat gergaji itu sedikit lagi mencapai dirinya, Allah mewahyukan, “Apabila eranganmu tidak berhenti, maka Aku akan membalikkan negerimu dan semua orang yang ada di atasnya.” Namun saat itu juga erangan Zakaria berhenti, hingga ia akhirnya terbelah menjadi dua.”

Hal yang berbeda diriwayatkan oleh Ishaq bin Bisyr, dari Idris bin Sinan, dari Wahab bin Munabbih. Ia berkata, “Orang yang terbunuh di dalam pohon adalah Yesaya, sedangkan Zakariya meninggal dunia dengan cara yang wajar.” Wallahu A’lam

Baca Juga  JMSI dan SiberMu Tandatangani MoU Dukung Pendidikan Jarak Jauh

4. Nabi Uria bin Semaya
Uria bin Semaya atau Uriah adalah seorang Nabi yang disebutkan dalam Kitab Yeremia (26:20-24). Uria digambarkan sebagai putra Semaya dari Kiriath-Jearim. Pada masa pemerintahan Yoyakim, Raja Yehuda, ia melarikan diri ke Mesir dari kekejaman raja. Tetapi setelah dibawa kembali ia dipenggal dan tubuhnya dilemparkan ke kuburan rakyat biasa.

5. Penyiksaan Nabi Yeremia (Jeremiah)
Begitu pula raja Kerajaan Yehuda terakhir, Zedekia, yang menyiksa dan memenjarakan Nabi Yeremia (إرميا) di dalam sumur. Dilansir dari Islampedia, Kerajaan Yehuda berakhir saat Nabi Yeremia dipenjara. Raja Babylonia, Nebuchadnezzar II, menghancurkan Yerusalem pada 587 SM. Baitul Maqdis ikut dihancurkan dalam serangan tersebut. Na’udzubillahi min dzalik.

Selain membunuh dan menyiksa para Nabi di atas, Bani Israil juga dikisahkan pernah mencoba membunuh Nabi Isa ‘alaihissalam. Namun, upaya mereka gagal. Allah Ta’ala telah menyelamatkannya sebelum peristiwa tersebut.

بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيْهِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

Artinya: “Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa’ Ayat 158)

Diangkatnya Nabi Isa ke atas langit ada perbedaan pendapat. Menurut jumhur ahli tafsir, beliau diangkat dengan jasmani dan rohaninya, dalam keadaan hidup sebagai suatu mukjizat. Maka Nabi Isa yang diangkat ke langit dengan jasmani dan rohani, sejak diangkat sampai turun kembali ke bumi, sepenuhnya di tangan Allah.

Wallahu A’lam

sumber: sindonews

No More Posts Available.

No more pages to load.