51 Kali Gempa Susulan Guncang Kobisonta, Maluku Tengah

oleh -76 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Usai diguncang gempa bumi berkekuatan 5,4 magnitudo, Sabtu (8/2) kemarin, aktivitas warga Kobisonta, Kabupaten Maluku Tengah kembali normal.

Guncangan gempa ini dirasakan di Bula, Kobisonta, Wahai, Kobi, Boti, dan Bula dalam skala intensitas IV MMI menyebabkan warga lari berhamburan keluar rumah.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga di Kairatu II-III MMI menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon mencatat, hingga pukul 13.07 WIT pada Minggu (9/2) terjadi 51 kali gempa susulan atau aftershock.

Gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar naik Utara Seram, merupakan jenis gempa bumi dangkal yang berada pada lokasi 2.82 Lintang Selatan dan 129.87 Bujur Timur. Dengan kedalaman 12 kilo meter di bawah permukaan laut.

Baca Juga  Tim SAR Temukan Dua Nelayan Passo Dalam Keadaan Selamat

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust fault). Sampai siang ini, sudah 51 kali gempa susulan dan yang dirasakan ada 6 kali,” Kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Ambon, Andi Azhar, Minggu (9/2).

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan, hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Gempa signifikan Pulau Seram hari ini berada di zona aktif Ambon-Seram, sesuai dengan klaster zona aktif yang sudah terpetakan sejak bulan Januari 2020 lalu.

Menurut Daryono, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktifitas Sesar Naik Seram Utara (North Ceram Thrust).

“Ini sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa menurut BMKG yang menunjukkan gempa dipicu oleh penyesaran dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault)”, katanya.

Baca Juga  HUT Kemerdekaan RI, Pemerintah Didesak Bebaskan Tahanan Papua dan Maluku

Daryono bilang, zona gempa Pulau Seram memang merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami. Di wilayah ini pernah terjadi gempa kuat yang memicu tsunami pada 30 September 1899. Saat itu Pulau Seram diguncang gempa berkekuatan M=7,8 yang memicu tsunami merusak menyebabkan 4.000 orang meninggal dunia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah Bob Rahmat mengatakan, sebanyak lima rumah warga dan satu bangunan pabrik kelapa sawit rusak akibat gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Maluku Tengah pada Sabtu (8/2/2020).

“Data yang saya terima sampai malam ini jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa ada lima unit,” katanya.

Bob mengatakan, gempa susulan terus terjadi hingga pukul 22.31 WIT. Gempa susulan itu dirasakan cukup kencang oleh warga.

Baca Juga  Masa Tenang Pilkada Kepulauan Sula, ZADI-IMAM Ajak Pendukung Turunkan Atribut Kampanye

Meski terus diguncang puluhan gempa, Bob meminta warga tak panik. (red/rtm)