Diskominfo Maluku Habiskan Ratusan Juta untuk Bikin Dua Website

oleh -135 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku pada Tahun Anggaran 2020, menganggarkan pembuatan dua website dengan biaya ratusan juta rupiah.

Penelusuran Porostimur.com di laman lpse.malukuprov.go.id, menemukan item dengan nomenklatur pengadaan website lembaga dengan anggaran sebesar Rp 100 Juta.

Proyek tersebut tercatat dengan kode proyek 14239288, tertanggal, 20 Oktober 2020 dengan sistem pengadaan langsung, berlokasi di Kota Ambon dan sudah selesai dikerjakan.

Paket kedua yang dikerjakan oleh Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Maluku sebagaimana tercatat dalam laman lpse.malukuprov.go.id adalah paket dengan nomenklatur Pembuatan Website Pemerintah Daerah (Termasuk Domain dan Hosting 1 Tahun).

Proyek dengan kode 14255288, tertanggal 31 Oktober 2020 ini, bernilai Rp 196.999 Juta.

Proyek ini juga berlokasi di Kota Ambon dan sudah selesai dikerjakan dengan mekanisme penunjukan langsung.

Biaya pengadaan kedua website berbiaya besar ini, sontak memicu rasa penasaran dan memunculkan pertanyaan.

Sebab dari penelusuran di situs-situs yang menyediakan jasa pembuatan website maupun webhosting di Indonesia, biaya tersebut sangat besar bahkan dinilai tidak masuk akal.

Sebagai perbandingan misalnya, untuk pembuatan beberapa situs berita yang kini eksi melakukan penberitaan di Maluku misalnya, rata-rata hanya menghabiskan biaya sebesat Satu Juta Rupiah hingga Tiga Juta Rupiah saja.

Baca Juga  Bupati Halbar Minta SKPD Bersinergi Tangani Covid-19 di Halbar

Untuk membantu pembaca, kami coba menyajikan estimasi pembuatan website sebagai berikut:

Menghitung Estimasi Biaya Pembuatan Website

Pembuatan website memerlukan beberapa komponen biaya dari persiapan, pembuatan, hingga pengelolaan.

Persiapan dan pembuatan website membutuhkan domain, hosting dan platform. Untuk pengelolaan, bisa dilakukan sendiri, menggunakan karyawan atau menggunakan jasa maintenance website.

Berikut beberapa komponen harga pokok pembuatan website:

Domain dan Hosting

Bagi yang baru pertama terjun ke dunia internet, ibarat sebuah rumah, domain adalah alaman rumah dan hosting adalah lahannya, website adalah bangunan Anda.

Semakin besar websitenya, maka lahan yang dibutuhkanpun semakin besar.

Harga domain dan hosting bervariasi tergantung penyedia layanannya.

Domain standar seperti .com, .net, .org antara Rp126.000 s.d Rp165.000. Untuk domain Indonesia seperti .or.id, .co.id dan .id Rp55.000 s.d Rp250.000.

Harga hosting juga bervariasi tergantung kapasistas, untuk performa yang bagus, gunakan minimal kapasistas penyimpanan 1GB dan bandwith yang unmetered, agar website Anda bisa menyimpan banyak data dan diakses banyak orang.

Umumnya, harga hosting dengan spesifikasi tersebut kurang lebih Rp350.000 s.d Rp500.000.

Sebagian besar penyedia layanan hosting bahkan memberikan domain gratis untuk pemesanan hosting tertentu.

Platfom Yang Digunakan

Sebenarnya, Anda bisa membuat website sendiri hanya dengan mengeluarkan biaya untuk pembelian hosting dan domain, namun terkadang perlu beberapa penambahan fitur sehingga membuat Anda perlu memperhitungkan biaya tersebut.

Baca Juga  Polres Maluku Tenggara Akan Tindak Pelaku Penyebaran Hoaks Terkait Covid-19

Jika Anda menggunakan wordpress, beberapa theme dan plugin bisa didapatkan gratis, namun jika ingin yang lebih “canggih”, Anda bisa membelinya di penyedia theme dan plugin premium.

Rata rata penyedia web builder menawarkan pembayaran bulanan berkisar ratusan ribu. Dengan menggunakan web builder, tidak perlu pusing soal pemilihan theme dan fitur, karena mereka menyediakan semuanya.

Tinggal Anda pilih paket yang sesuai kebutuhan.

Konten dan Maintenance

Setelah website Anda jadi, Anda perlu melakukan pembaruan konten dan sistem secara berkala.

Jika Anda menggunakan wordpress, maka cukup lakukan update theme, plugin dan sistem wordpress itu sendiri.

Jika Anda menggunakan web builder, tidak perlu melakukan pembaharuan sistem, karena hal tersebut sudah termasuk dalam layanan mereka.

Anda cukup memperbaharui konten seperti menambah artikel, memperbaharui informasi halaman atau produk.

Terutama jika Anda menginginkan website Anda muncul di Google, update konten itu wajib.

Jika ingin menggunakan jasa maintenance website, harga yang ditawarkan biasanya menyesuaikan jenis dan ukuran website, berkisar Rp350.000 s.d Rp2.500.000, atau bisa lebih dari itu jika berupa toko online dengan banyak produk.

Baca Juga  Renovasi Rampung, Gedung Balai Prajurit Marinir Resmi Digunakan Kembali

Biaya Marketing Online

Agar website Anda tidak sepi pengunjung, maka konten yang Anda buat dipenjelasan sebelumnya perlu rajin dipromosikan atau dioptimasi dengan teknik SEO.

Teknik SEO jika dilakukan sendiri, maka Anda perlu menginvestasikan waktu berbulan bulan untuk melakukannya, tentu saja gratis.

Atau jika ingin menggunakan jasa SEO, Anda perlu anggarkan Rp2.000.000 hingga Rp10.000.000/bulan tergantung kompetisi produk Anda di Internet.

Selain teknik SEO, Anda juga bisa memasang iklan di Google dan Facebook untuk mempromosikan produk, jasa atau konten yang ada di website.

Biaya pemasangan iklan di Google atau Facebook yang direkomendasikan mulai dari Rp500.000/bulan hingga puluhan juta.

Memang lebih murah dari SEO, namun Anda perlu lakukan setiap bulan seterusnya.

SEO hanya membutuhkan optimasi tiga sampai satu tahun, setelah itu cukup update konten berkala. Tentunya nilai investasinya menurun dan lebih murah.

Jadi, berapa total estimasi biaya pembuatan website?

Setelah melakukan penghitungan diatas, Anda bisa menganggarkan:

  • Rp350.000 s.d Rp1.000.000/bulan untuk bisnis kecil.
  • Rp1.000.000 s.d 2.500.000/bulan untuk bisnis menengah
  • Rp2.500.000 s.d Rp5.000.000/bulan untuk bisnis besar.
  • Diatas Rp5.000.000/bulan untuk perusahaan besar, terutama skala nasional.

(red)