57 Pastor OAP Minta Jokowi Gelar Referendum di Papua

oleh -136 views
Link Banner

Porostimur.com | Abepura: Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta oleh 57 pastor pribumi Papua untuk menggelar referendum di West Papua. Mereka yang dipimpin oleh pastor Jhon Alberto Bunay itu menilai pemerintah Indonesia tidak perlu takut untuk menyatakan referendum bagi Papua, sebab itu akan mendatangkan keuntungan bagi Indonesia.

“Pemerintah Indonesia bisa menetapkan sikap dan keputusan terbaiknya atas Papua, yang masih menjadi bagian dari rakyat Indonesia dan wilayah teritorial hukum Indonesia untuk pelaksanaan referendum bagi tanah Papua,” katanya membacakan seruan jilid II 57 Pastor Katolik pribumi dari lima keuskupan Se regional Papua, saat jumpa pers di kediaman Pastoran Kondius, Abepura seperti dikutip dari jubi.co.id, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga  Fakta di Balik Penamaan PADI hingga Proses Unik Menjadi PADI Reborn

Bunay bilang, pemerintah Indonesia harus membuat suatu keputusan politik yang spektakuler untuk memberikan kesempatan referendum bagi Papua. Kata dia, apa pun hasil putusan dari referendum nanti, harus diterima Indonesia.

“Kami berpikir, dengan digelarnya referendum bagi West Papua akan membantu sepenuhnya pembenahan Papua pasca keputusan politik yang hebat itu,” katanya.

Pihaknya meminta Pemerintah Indonesia, jangan pikir tentang untung atau rugi atas sumber daya alam di Papua, bila ada referendum.

“Bila dari hasil referendum yang digelar dengan jujur dan adil itu ternyata mayoritas Rakyat Papua memilih merdeka, maka merdekalah Papua. Di sana Pemerintah Indonesia tetap ada bersama Papua untuk membawa Papua sebagai pemimpin di Melanesia mencapai zaman keemasan Pasifik, supaya tidak ada lagi air mata dan darah lagi di atas tanah Papua bersama Indonesia,” katanya.

Baca Juga  Todd Rivaldo Ferre, Bocah Ajaib Pewaris DNA Papua di Sepak Bola Indonesia

Lanjut Bunay, di alam kemerdekaan Papua itu, bangsa Papua adalah saudara dan sahabat sejati bangsa Indonesia. Papua adalah mitra penyangga utama Indonesia dalam menyongsong Indonesia raya, menuju zaman keemasan nusantara agung adi daya di Asia sekaligus The New Super Power Of The 17 world menggantikan hegemoni Amerika dan dunia barat. (red/rtm/ljc/jubi)