6 Tahun Mangkrak, Masjid Raya Al-Muhajirin Malra Kembali Dibangun

oleh -34 views
Link Banner

Porostimur.com, Langgur – Setelah kurang lebih enam tahun sejak 2016 lalu terbengkalai, akhirnya Masjid Al-Muhajirin yang menjadi aikon masyarakat Malra akhirnya kembali dibangun.

Proses pembangunan kembali ditandai dengan launching pengerjaan lanjutan Masjid Al Muhajirin oleh Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun dan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Kamis (3/3/2022) malam.

Hanubun dalam sambutannya pada giat tersebut menyampaikan, “Saya tidak melihat siapa yang salah dan benar, namun saya punya keinginan masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Malra ini harus selesai pembangunannya,”

“Oleh karena itu, saya mengajukan surat kepada Kejaksaan Tinggi Maluku pada Desember 2022, untuk meminta petunjuk bagaimana kalau Mesjid ini harus kita lanjutkan pengerjaannya,” kata Hanubun.

Dikatakan, karena memang kalau mencari siapa yang benar dan salah, akan ada sebuah proses yang cukup lama, dan sampai akhir masa jabatan saya, pada Oktober 2023 tidak akan selesai bangunannya.

Baca Juga  Lagi, Tiga Ohoi di Kei Besar Teraliri Listrik

“Jadi jangan ada yang merasa diuntungkan ataupun dirugikan, tapi bagaimana dengan niat baik kita tetap menyelesaikan ini,” ucapnya.

Hanubun bilang dengan adanya proses kelanjutan pembangunan Masjid Al-Muhajirin ini maka panitia yang lama harus diganti, karena pada panitia sebelumnya membangun masjid tersebut dengan total anggaran Rp 14,6 Milyar dan sisanya Rp. 700 juta sudah ditransfer ke pihak ketiga pada beberapa hari yang lalu.

“Kini dengan terbentuknya kepanitian pembangunan Masjid yang baru maka dengan sendirinya panitia yang lama didemisionerkan,” tegas Hanubun.

“Kini proses pekerjaan mulai, bahkan antusias masyarakat bergotong royong serta dibantu oleh ASN, dan kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih dua minggu,” sambungnya.

Kata Hanubun, selain Masjid Al-Muhajirin yang berada di wilayah ibu kota kabupaten, ada juga gereja Katolik di Langgur, dan itu diupayakan agar segera terselesaikan secara bersamaan, termasuk gereja Protestan di Ohoider Tavun dan Danar Ohoiseb

Baca Juga  Kadispenad : Mutasi = peningkatan kualitas dan kinerja organisasi

“Selain Masjid Al Muhajirin yang berada pada wilayah ibu kota, juga Gereja Katolik di Langgur saya bermaksud untuk menyelesaikannya secara bersama-sama, begitu pula Gereja Protestan di Ohoidertawun dan juga di Danar Ohoiseb diupayakan untuk diselesaikan karena pemda melalui dana hibah telah memberikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan rumah-rumah ibadah dimaksud,” pungkasnya. .

Di tempat yang sama, Kajati Maluku Undang Mangopal menegaskan peranan serta tugas dan fungsi kejaksaan itu, salah satunya melakukan penyelidikan dan melakukan penuntutan dalam kaitan tindak pidana korupsi.

“Sampai saat ini banyak sekali aduan yang sedang ditangani oleh Kejati Maluku, karena sekecil apapun kalau ada pengaduan yang masuk harus ditindak lanjuti oleh kami, dan satu diantaranya adalah pengaduan pembangunan Mesjid Al Muhajirin ini,” bebernya.

Kajati me ngatakan, dia pernah lewat wilayah ini, dan sempat bertanya kok ada masjid mangkrak, kenapa bisa masjid ini mangkrak.
Kemudian, selang beberapa waktu dia kedatangan MUI Provinsi Maluku yang menyampaikan ada aspirasi dari Kabupaten Malra untuk bisa menyelesaikan masjid ini.

Baca Juga  Hadiri Pembongkaran Masjid Tua, Hanubun Minta Bulan Maret Masjid Al-Idrus Baru Sudah Rampung

“Saya pastikan ada aduan atau tidak, jika ada indikasi korupsi, maka diprioritaskan apa letak kesalahannya. Apakah kesalahan administrasi atau lainnya yang bisa mengakibatkan kerugian negara. Kalau kesalahan administrasi bisa kita betulkan, tapi kalau letak kesalahan mengenai pelanggaran hukum yang mengakibatkan kerugian negara, nah ini harus dilanjutkan dan jika dilanjutkan tidak mungkin masjid ini bisa terselesaikan dalam waktu dekat,” terang Mangopal.

“Kita membutuhkan masjid ini terselesaikan dan dimanfaatkan, maka setelah dikaji dan sudah tidak ada masalah lagi, di mana kesalahan administrasi sudah kita perbaiki, maka pembangunannya dapat dilanjutkan,” pungkasnya. (Saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.