60 Detik Terakhir Sriwijaya Air SJ 182, Sebelum Jatuh ke Laut dari Ketinggian 3.000 Meter

oleh -214 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: 60 detik terakhir atau satu menit sebelum jatuh ke laut, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 terjun bebas dari ketinggian sekitar 3.000 meter dan hancur berkeping.

Detik-detik terakhir pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182, tergambar bahwa pesawat tersebut kehilangan ketinggian dalam waktu singkat.

Hanya empat menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Sabtu 9 Januari 2021 pukul 14.30 WIB, pesawat itu jatuh di perairan Pulau Laki.

Pesawat dengan nomor penerbangan SJ182 itu seharusnya tiba pada pukul 15.15 WIB di Bandara Soepadio, Pontianak, Kalimantan Barat. 

Namun pesawat yang mengangkut 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 kru penerbangan itu dikabarkan hilang kontak sekitar 11 mil laut arah utara Bandara Soekarno-Hatta, di atas Kepulauan Seribu.

Baca Juga  Pembagian Grup Piala Eropa 2020: Grup F Mengerikan

Berdasarkan laporan yang diunggah oleh akun Twitter Flightradar24, insiden tersebut terjadi empat menit setelah Sriwijaya Air SJ182 take off dari bandara Soekarno-Hatta.

“Sriwijaya Air penerbangan #SJ182 kehilangan ketinggian lebih dari 10.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit, sekitar empat menit setelah keberangkatan dari Jakarta,” tulis Flightradar24.

Dari data yang diunduh juga tercatat ketinggian jelajah pesawat Sriwijaya Air SJ182 turun 5.500 kaki (dari 10.900 ke 5.400) dalam 15 detik.

Sementara dari ketinggian 5.400 kaki hingga 250 kaki dalam 7 detik.

Berdasarkan data dari Planespotters.net, pesawat B737-500 yang dioperasikan Sriwijaya Air berusia 26,7 tahun, terbang perdana pada 13 Mei 1994, dan telah dipakai oleh Sriwijaya Air selama delapan tahun.

Baca Juga  Rachmawati: BPIP Diisi Orang-orang Keblinger dan Islamophobia

Pesawat tersebut pertama kali digunakan oleh maskapai AS, Continental Airlines setelah keluar dari pabrik pada 1994, kemudian dipakai oleh maskapai United mulai Oktober 2010. Baru pada Mei 2012, pesawat dioperasikan oleh Sriwijaya Air. (red/tribunnews)