ARMC IAIN Ambon Gelar Acara Bacarita Ulama dan Cendekiawan Muslim Maluku

oleh -56 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Reconciliation and Mediation Centre (ARMC) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Sabtu (18/05) di Hotel Pacific, Kota Ambon, menggelar Silaturrahim: Bacarita Ulama dan Cendekiawan Muslim Maluku sekaligus buka puasa bersama.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa panelis, antara lain: Dr. Hasbollah Toisutta (Rektor IAIN Ambon), Dr. Usman Thalib, M.Si. (Akademisi Universitas Pattimura Ambon), Dr. Abdullah Latuapo, M.Pd (Ketua MUI Prov Maluku), dan peserta dari kalangan mahasiswa serta sejumlah organisasi Islam di Maluku.

Direktur ARMC IAIN Ambon, Dr. Abidin Wakanno, S.Ag,. M.Ag dalam sambutannya mengatakan, pemilu kali ini tensinya tinggi dan tanpa sadar, terjadi perpecahan sosial yang cukup akut.

Menurutnya, hiruk-pikuk jelas putusan KPU RI pada 22 Mei nanti, terdengar banyak kabar tak elok yang akan menggangu stabilitas keamanan Negara.

Link Banner

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, ARMC IAIN Ambon berupaya mengumpulkan element masyarakat muslim guna menyikapi dan memahami perbedaan pilihan politik”, kata Abidin.

Baca Juga  Dua Poros Koalisi Semakin Liar, Jokowi Bisa Kehilangan Kendali

Lebih jauh Abidin Wakano mengatakan, fenomena lima tahunan ini, memang menarik konsentrasi dan fokus masyarakat di seluruh Indonesia. Khusus di Maluku, masyarakat dihimbau agar menyadari serta patuh terhadap nilai-nilai dan prosedur berdemokrasi.

“Tujuan dari kegiatan ini, adalah dalam rangka memperteguh ukhuwah islamiyah, ukhuwah berbangsa dan bernegara, serta ukhuwah antar umat beragama”, tambahnya.

Selain itu, menurut Abidin, forum ini juga dimaksudkan swbagai seruan untuk mendamaikan Indonesia mulai dari pribadi, agama, kehidupan berbangsa dan bernegara mulai kurang di demonstrasikan.

“Agama mempunyai fungsi dan tanggung jawab mengawal proses politik supaya tidak berakhir dengan pendarahan sosial keagamaan”, lanjutnya
Direktur ARMC yang juga salah satu tokoh perdamaian Maluku ini, mengajak masyarakat Maluku agar menghargai perbedaan, bukan saja perbedaan keyakinan, tapi juga perbedaan pilihan politik.

Baca Juga  2 Pemuda Spesialis Pembobol Rumah Kosong Ditangkap Tim Tarsius Polres Bitung

“Umat muslim Maluku harus turut aktif menjaga situasi pasca pemilu sampai penetapan nanti, sehingga Maluku menjadi panutan di Indonesia”, pungkasnya. (dayat)