690 KK di Desa Kailolo Mengungsi, Pelauw Nihil Bantuan

oleh -135 views
Link Banner

Porostimur.com | Haruku: Lebih kurang 690 KK warga Desa Kailolo,, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah mengungsi Lapangan Sepakbola dan kebun di ketinggian di belakang desa tersebut akibat gempa magnitudo 6.8 yang mengguncang Pulau Ambon sejak Kamis 26 September 2019 lalu.

Para pengungsi tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun seadanya menggunakan terpal dan bahan bekas baliho.

porostimur.com yang ikut bersama Tim Perhimpunan Kanal Ambon dan PPPWPA Salam Tual menemukan para pengungsi kebanyakan terdiri dari anak-anak, perempuan dan orang tua.

Sekretaris Desa Kailolo, Abdullah Marassabesy mengatakan, para pengungsi merupakan warganya yang memilih mengungsi ke gunung karena masih trauma dan takut karena gempa masih terus terjadi.

“Ini semua warga Negeri Wai. Sekitar 690 KK dan tersebut di tujuh titik pengungsian,” kata Marasabessy.

Baca Juga  Keuskupan Amboina tahbiskan 12 imam baru

Abdullah menuturkan, warga kebanyakan trauma dan mudah percaya dengan berita hoax, karena selama ini tidak ada sosialisasi tentang bencana dari pemerintah.

” Jadi di Negeri Kailolo ini, belum pernah ada sosialisasi atau pelatihan tentang kebencanaan, makanya banyak warga yang panik dan takut,” ujarnya.

Amatan porostimur, tidak ada papan petunjuk maupun informasi kebencanaan terpanjang di desa tersebut.

Sementara itu, di Desa Pelauw, sampai hari keempat belum ada bantuan yang masuk.

Informasi yang diperoleh dari Sekretaris Desa Pelauw, Ali Latuconsina, menuturkan, para pengungsi di desanya hanya menerima bantuan seadanya dari pemerintah desa.

Ali menyayangkan keterlambatan penanganan para pengungsi oleh pemerintah.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Kanal Ambon, Muhammad Tuasikal mengatakan, Desa Pelauw merupakan titik keenam yang disentuh timnya.

Baca Juga  RAPBD 2018, alokasi belanja langsung capai 48%

Bantuan yang diberikan berupa makanan instan, paket sembako, susu dan makanan bayi, pokok serta makana ringan untuk anak. Pihaknya juga mendistribusikan bantuan terpal dari P2LD LIPI Ambon kepada pengungsi di kedua desa tersebut

Pembina PPPWPA Salam Tual Johan Basmuru mengatakan pihaknya bersama aktivis Pecinta Alam berusaha semampunya untuk mendistribusi bantuan ke titik-titik yang belum tersentuh.

“Insyaallah kita akan berusaha membantu sesuai kemapuan dan kapasitas kita, bersama kawan-kawan Perhimpunan Kanal Ambon,’ pungkasnya. (red)