7 Film yang Mengubah Banyak Fakta Sejarah di Dalamnya

oleh -50 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Mengadaptasi peristiwa nyata menjadi sebuah film adalah tantangan tersendiri bagi seorang sutradara. Namun, meskipun menggunakan beberapa tokoh dan peristiwa nyata sebagai dasarnya, banyak dari film-film ini yang mengubah beberapa fakta di dalamnya. Berikut 7 film yang banyak merevisi fakta sejarah di dalamnya

1. Birdman of Alcatraz (1962) 

Film yang dibintangi Burt Lancaster ini dianggap sebagai film klasik dan menerima empat nominasi Oscar pada saat itu. Film ini menceritakan kisah Robert Stroud, seorang pria yang dijatuhi hukuman seumur hidup karena kasus pembunuhan dan dimasukkan ke dalam sel isolasi.

Di sana, ia merawat burung pipit yang menghampiri jendela selnya. Stroud kemudian tertarik pada burung, di mana ia mulai mempelajari dan meneliti mereka. Dengan begitu, ia berhasil menaklukkan dorongan kekerasan dalam dirinya sekaligus merehabilitasi dirinya sendiri.

Betul kalau Stroud adalah seorang pembunuh, ditaruh ke dalam sel isolasi, dan akhirnya menjadi ahli ornitologi (dia bahkan menulis buku Digest on the Diseases of Birds). Namun, ada banyak perdebatan perihal perubahan sikapnya yang drastis tersebut. Seperti yang diketahui, Stroud tidak pernah menyesali kejahatan yang telah dilakukannya.

Judul film ini juga agak menyesatkan, karena Stroud mulai meneliti burung saat ia masih dipenjara di Penjara Leavenworth. Setelah dipindahkan ke Alcatraz, ia tidak diperbolehkan untuk memelihara burung lagi.

2. Bonnie and Clyde (1967) 

Bonnie and Clyde adalah salah satu film ikonik, yang dibintangi oleh Warren Beatty dan Faye Dunaway sebagai pasangan kriminal legendaris. Film ini berhasil memadukan komedi dan romansa dengan kekerasan yang jarang terlihat dalam film Hollywood pada saat itu.

Namun, Bonnie and Clyde telah membelokkan beberapa fakta sejarah, terutama dalam penggambaran Frank Hamer. Hamer sendiri adalah seorang Texas Ranger yang mengejar dan akhirnya membunuh duo kriminal tersebut. Sayangnya, film tersebut justru mengubahnya menjadi seorang pria pendendam setelah ia dipermalukan oleh mereka.

Baca Juga  Netfid dan Bawaslu Maluku Tanda Tangan MoU

Pada kenyataannya, Hamer adalah sosok yang sangat dihormati, di mana dirinya sangat menentang organisasi Ku Klux Klan di Texas. Dia sendiri belum pernah bertemu Bonnie dan Clyde, sebelum akhirnya berhasil menyergap dan membunuh mereka pada tahun 1934.

3. The Diving Bell and The Butterfly (2007) 

Film Prancis ini menceritakan kisah Jean-Dominique Bauby, editor Elle yang menjadi lumpuh setelah mengalami serangan stroke. Film ini didasarkan pada memoarnya dengan judul yang sama tetapi membuat beberapa perubahan radikal ke dalamnya.

Bauby sendiri terpisah dari istrinya, Sylvie de la Rouchefoucauld, ketika dia sedang sakit. Namun, film tersebut justru menggambarkan Rouchefoucauld sebagai orang yang mengunjunginya di rumah sakit dan membantu menuliskan memoarnya. Pada kenyataannya, wanita yang tinggal bersama Bauby ketika ia lumpuh adalah kekasihnya, Florence Ben Sadoun.

Ben Sadoun akhirnya menerbitkan sebuah buku berjudul The False Widow untuk menentang versi cerita yang dikisahkan film tersebut. Meski tidak akurat secara historis, film ini tetap memenangkan Bafta dan Golden Globe serta dinominasikan untuk Oscar.

4. Frost/Nixon (2008)

https://www.youtube.com/embed/O9S1RKNgdLwLanjutkan membaca artikel di bawah

Sama seperti film lainnya, Frost/Nixon juga tidak menyajikan fakta sejarah secara akurat. Film ini berisi tentang serangkaian wawancara terkenal yang dilakukan oleh presenter Inggris, David Frost, dengan mantan presiden Amerika Serikat, Richard Nixon.

Salah satu adegan dalam film yang dikritik keras karena ketidakakuratan sejarahnya adalah saat Nixon menelepon Frost pada larut malam sambil mabuk. Jonathan Aitken, yang menulis biografi Nixon, menyebut adegan ini sebagai “ciptaan” film semata.

Baca Juga  Curhat Wijnaldum: Selalu Jadi Kambing Hitam di Liverpool

Selain itu, momen klimaks dalam wawancara Frost juga menerima kritikan dari penulis biografi Nixon lainnya, Elizabeth Drew, yang mengungkap kalau film ini telah mengubah kata-kata Nixon sehingga adegan itu terlihat seperti pengakuan keterlibatan Nixon dalam kasus Watergate. Faktanya, Nixon menyangkal kalau dirinya pernah terlibat dalam kasus itu.

5. The King’s Speech (2010) 

The King’s Speech adalah film drama yang menceritakan kisah Raja George VI dalam mengatasi gagapnya agar ia dapat lancar berpidato di depan publik Inggris. Film ini sukses besar di box office seluruh dunia dan memenangkan beberapa penghargaan bergengsi termasuk Oscar untuk Film Terbaik, Aktor Terbaik, dan Sutradara Terbaik.

Sayangnya, film ini telah merevisi beberapa fakta sejarah di dalamnya. Benar kalau hubungan antara George dan terapis wicaranya, Lionel Logue, benar-benar terjadi di kehidupan nyata, walau pertemuan mereka sendiri sudah berlangsung satu dekade lebih awal daripada waktu yang digambarkan dalam film.

Selain itu, kakak George, Edward VIII, digambarkan kurang “antusias” terhadap Partai Nazi dan fasisme, walau arsip sejarah menyatakan sebaliknya. Film ini juga menggambarkan Churchill yang menerima keputusan Edward untuk turun takhta, walau pada kenyataannya ia sangat mencegah hal ini dan tidak pernah memaafkan Edward atas keputusannya tersebut.

6. Imitation Game (2014)

Dibintangi oleh Benedict Cumberbatch, film biopik ini mengisahkan kehidupan Alan Turing, seorang matematikawan brilian yang direkrut oleh MI6 selama Perang Dunia II untuk “memecahkan” mesin enigma milik Nazi.

Banyak sejarawan yang menyebut kalau The Imitation Game telah mengorbankan fakta sejarah demi emosi semata, khususnya karena mereka terlalu berfokus pada sisi homoseksualitas yang akhirnya menghancurkan hidup Turing.

Baca Juga  Nagelsmann tak Sangka Hadapi Eks Pelatih di Liga Champions

Film ini juga menggambarkan John Cairncross sebagai mata-mata Soviet yang menyusup ke dalam tim pemecah kode Turing. Pada kenyataannya, Cairncross berada di Bletchley Park pada waktu yang bersamaan, di mana keduanya tidak pernah berada di dalam unit yang sama.

Akhir dari The Imitation Game juga telah mengubah sosok Turing menjadi seseorang yang telah “mengecewakan” Inggris dan Sekutu demi menyelamatkan dirinya sendiri. Akhir yang cukup ironis bagi sebuah film yang seharusnya dapat memulihkan reputasi Turing.

7. Churchill (2017) 

Kisah dramatisasi Winston Churchill ini berfokus pada jam-jam terakhir sebelum pendaratan D-Day, di mana mendapatkan kritikan keras dari profesor King’s College sekaligus penulis biografi Churchill, Andrew Roberts.

Ulasan lengkapnya merinci semua ketidakakuratan historis di dalam film ini, khususnya pada gambaran Churchill yang menolak Operasi Overlord. Pada kenyataannya, ada bukti dari buku harian Jenderal John Kennedy yang menyatakan kalau Churchill telah mengatasi keraguannya tentang operasi ini pada tanggal 15 Mei 1944.

Roberts juga mengatakan kalau Churchill memiliki kekuatan konstitusional untuk menolak rencana tersebut secara langsung jika dia benar-benar meragukannya seperti yang digambarkan dalam film. Tentu saja, karena dia adalah menteri pertahanan dan perdana menteri Inggris pada saat itu.

Sebenarnya, masih ada banyak film sejarah yang justru mengesampingkan fakta sejarah di dalamnya. Alih-alih berfokus pada sumber historis yang akurat, film-film tersebut justru mengubah fakta di dalamnya agar sesuai dengan selera pasar. 

(red/IDNtimes)