7 Kapal Perang Rusia Dekati Tokyo, Jepang Was-was

oleh -4 views

Porostimur.com, Tokyo – Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan sebanyak tujuh kapal perang Rusia mendekati Kepulauan Izu, Tokyo, pada pekan ini. Informasi tersebut diungkapkan pada Jumat (17/6), membuat Jepang bersikap waspada karena peningkatan aktivitas militer Rusia-China di dekat wilayahnya.

Sebagaimana diberitakan Kyodo News, kapal tersebut berlayar dari dekat Hokkaido. Kapal itu lalu terlihat di dekat beberapa pulau tak berpenghuni di Kepulauan Izu sejak Kamis (16/6) hingga Jumat (17/6).

Secara detail, kapal Rusia tampak berada di perairan yang berjarak 180 kilometer dari Semenanjung Boso, Prefektur Chiba, dekat Tokyo.

Staf Gabungan Jepang mengungkapkan bahwa pesawat dan kapal patroli angkatan laut negara itu telah dikerahkan untuk memantau pergerakan kapal perang Rusia.

Tak hanya kapal perang Rusia, kapal perang China turut berada di dekat perairan Jepang pada Kamis (16/6).

Mengutip NHK, sebanyak dua kapal Angkatan Laut China, termasuk kapal pengumpul intelijen, berlayar ke arah timur melewati Selat Tsugaru menuju Samudera Pasifik.

Perairan tersebut berada di antara pulau utama Jepang, yakni Honshu dan Hokkaido.

Sementara itu, tensi Rusia-Jepang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan ini terjadi kala Jepang melakukan latihan militer bersama Amerika Serikat di dekat perairan Rusia.

Jepang dan AS sendiri telah melakukan sekitar sepuluh latihan angkatan laut bersama setelah invasi Rusia ke Ukraina. Merespons masalah tersebut, Rusia mengancam Jepang dan melihat tindakan tersebut sebagai ancaman.

“Kami melihat aksi dari kubu Jepang sebagai ancaman keamanan negara kami,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Igor Morgulov pada April lalu, dikutip dari Newsweek.

“Kami telah memperingatkan Tokyo secara langsung mengenai masalah ini lewat jalur diplomatik. Mereka harus bersiap akan fakta bahwa bila latihan tersebut meningkat, Rusia bakal mengambil langkah pembalasan untuk memperkuat kemampuan militernya,” katanya lagi.

(red/cnn-indonesia)