7 Proses Taaruf, Cara Mendapatkan Jodoh Terbaik dalam Islam

oleh -31 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Berpacaran adalah salah satu cara untuk mendapatkan jodoh. Namun dalam Islam, hal ini tak diperbolehkan untuk menghindari fitnah hingga zina. Cara mendapatkan jodoh terbaik sesuai syariat islam adalah dengan menjalankan taaruf.

Proses taaruf belakangan ini kian populer karena dilakukan oleh sejumlah artis tanah air. Banyak pasangan artis yang sukses jalani taaruf dengan rumah tangga yang harmonis dan langgeng. Seperti yang terbaru Rizky DA & Nadya Mustika serta Dinda Hauw & Rey Mbayang.

Taaruf berasal dari kata ta’arafa – yata’arafu yang berarti saling mengenal sebelum menuju jenjang pernikahan. Proses taaruf pun terbilang singkat dan cepat. Berikut proses taaruf dalam islam yang perlu kamu ketahui.

Mantapkan Niat

Luruskan dan mantapkan niatmu untuk menikah
Pernikahan Dinda Hauw & Rey Mbayang/instagram.com/dindahw/

Luruskan niatmu serta siapkan fisik, mental hingga finansial jika kamu benar-benar ingin menikah. Lakukan shalat Istikharah untuk memantapkan niatmu mendapatkan jodoh dan menikah.

Link Banner

Siapkan Proposal Menikah

langkah taaruf kedua adalah siapkan proposal pernikahan berupa CV dengan data diri dan keluarga.
Pernikahan Rizky DA & Nadya Mustika/instagram.com/nadyamustikarahayuuu/

Setelah itu, siapkan proposal pernikahan berupa foto dan data diri atau biasa disebut CV. Berbeda dengan CV untuk melamar pekerjaan, CV dalam proposal pernikahan berisi identitas diri, profil diri dan keluarga, kebiasaan, visi dan misi menikah, rencana pernikahan dan setelah menikah, dan lainnya.

Baca Juga  Majukan Kota Bitung, Lomban akui masih banyak PR belum tuntas

Proposal menikah bisa diserahkan langsung pada orang tua calon istri, jika kamu sudah memiliki wanita yang disukai. Atau bisa juga melalui perantara yang akan mencarikan calon yang sesuai dan mendekati proposal kamu.

Datangi Orangtuanya

Dalam taaruf, tidak ada yang namanya pacaran. Jika kamu bertemu dan jatuh hati pada seseorang, datangi langsung keluarganya
Taaruf & Pernikahan/instagram.com/anisarahma_12/

Dalam taaruf, tidak ada yang namanya pacaran. Jika kamu bertemu dan jatuh hati pada seseorang, datangi langsung keluarganya, khususnya orang tuanya. Utarakan langsung niat baikmu untuk menikahi anaknya, tapi dengan cara yang sopan dan islami.

Jaga Komunikasi

Saat kamu telah mendapatkan ijin dari orang tuanya untuk menjalankan taaruf, komunikasi dengan calon tetap harus dijaga. Cukup saling mengingatkan dan bertanya seputar dirinya, seperti apa yang disukai dan tak disukai. Tak dianjurkan untuk selalu bertemu atau berkirim pesan sesering mungkin. Boleh mengirim pesan tapi untuk hal-hal yang penting berkaitan dengan pernikahan.

Baca Juga  Mulai Besok Warga Sanana Wajib Pakai Masker

Tidak Boleh Berduaan

Ini yang jadi pembeda antara pacaran dan taaruf, tidak boleh berduaan. Pertemuan antara kamu dan calon hanya boleh dilakukan jika ada perantara atau keluarga salah satu pihak. Tak hanya itu, kamu dan calon juga harus menjaga pandangan selama bertemu.

Khitbah

Proses selanjutnya dalam taaruf yaitu pertemuan keluarga besar dan khitbah atau lamaran
Taaruf & Pernikahan/instagram.com/anisarahma_12/

Proses selanjutnya adalah pertemuan keluarga besar dan khitbah atau lamaran. Perlu diingat nih, jarak antara taaruf dan khitbah hingga ke jenjang pernikahan tak boleh terlalu lama. Bila perlu disegerakan agar tak membuat calon menunggu. Biasanya, jarak antara taaruf dan khitbah sekitar 1-3 minggu.

Pernikahan

Setelah proses khitbah atau lamaran, kedua pasangan taaruf mempersiapkan diri untuk menuju akad nikah
Taaruf & Pernikahan/instagram.com/anisarahma_12/

Setelah proses khitbah atau lamaran, kedua pasangan taaruf mempersiapkan diri untuk menuju akad nikah dan memulai hidup bersama sebagai pasangan yang halal secara Islam. Tak perlu mewah, pernikahan dalam Islam dilakukan sederhana dan semampunya saja.

Baca Juga  Rakyat Papua Tebus Dana LPDP Veronica Koman, Hari ini Diserahkan ke Kemenkeu

Di masa kini, kehidupan bersama dan saling mengenal lebih jauh pasca menikah kerap diistilahkan sebagai “pacar halal” yang diartikan dengan menghalalkan dulu baru pacaran. (red/rtm/beautynesia)