Porostimur.com | Piru: Hadirnya akses jalan baru Rambatu-Manusa, Kecamatan Inamosole, paling tidak bisa sedikit mengobati duka keterisolasian sosial yang dialami warga Manusa berpuluh-puluh tahun lamanya, semenjak jaman kemerdekaan.
Pasalnya, pada rute dimaksud, telah dibukakan lagi akses jalan raya baru sejauh 25 kilometer oleh Pemda Seram Bagian Barat (SBB) di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Yasin Payapo.
Rambatu dan Manusa sendiri, adalah dua dari total 5 desa di kecataman Inamosole yang mengalami keterisolasian wilayah (tidak adanya sarana-prasarana transfortasi) sejak jaman penjajahan.
Berdasarkan data statistik tahun 2018, total tingkat populasi penduduk dari dua desa tersebut berjumlah 1.505 jiwa. Terdiri dari, Desa Rambatu, sebanyak 895 jiwa (Laki-Laki 457 jiwa, perempuan 438 jiwa). Desa Manusa sebanyak 610 jiwa (Laki-laki 330 jiwa, perempuan 280 jiwa).
Letak geografis dua desa dimaksud, berada diwilayah pegunungan.
Untuk mencapai Desa Manusa, jarak yang harus ditempuh adalah sejauh kurang lebih 53 kilo meter.
Rincian jarak tempuh yakni Trans Seram-Rumberu 19 Km. Rumberu-Rambatu, 9 Km. Dan Rambatu-Manusa, 25 Km.

Anggota DPRD Seram Bagian Barat, Rully Said Sosal kepada media ini mengatakan, pada Mei 2017, saat masih menjadi jurnalis, Dia pernah jalan kaki naik-turun gunung sejauh belasan kilo meter di wilayah ini dalam rangka meliput pelbagai masalah kesenjangan sosial yang terjadi di sana.





