75 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Rambatu dan Manusa di Pulau Seram Baru Terakses Jalan Tanah

oleh -129 views
Link Banner

Porostimur.com | Piru: Hadirnya akses jalan baru Rambatu-Manusa, Kecamatan Inamosole, paling tidak bisa sedikit mengobati duka keterisolasian sosial yang dialami warga Manusa berpuluh-puluh tahun lamanya, semenjak jaman kemerdekaan.

Pasalnya, pada rute dimaksud, telah dibukakan lagi akses jalan raya baru sejauh 25 kilometer oleh Pemda Seram Bagian Barat (SBB) di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Yasin Payapo.

Rambatu dan Manusa sendiri, adalah dua dari total 5 desa di kecataman Inamosole yang mengalami keterisolasian wilayah (tidak adanya sarana-prasarana transfortasi) sejak jaman penjajahan.

Berdasarkan data statistik tahun 2018, total tingkat populasi penduduk dari dua desa tersebut berjumlah 1.505 jiwa. Terdiri dari, Desa Rambatu, sebanyak 895 jiwa (Laki-Laki 457 jiwa, perempuan 438 jiwa). Desa Manusa sebanyak 610 jiwa (Laki-laki 330 jiwa, perempuan 280 jiwa).

Link Banner

Letak geografis dua desa dimaksud, berada diwilayah pegunungan.

Baca Juga  Sembuh dari Corona, Ketua DPRD Akui Tak Pernah Beri Obat oleh Gustu Malut

Untuk mencapai Desa Manusa, jarak yang harus ditempuh adalah sejauh kurang lebih 53 kilo meter.

Rincian jarak tempuh yakni Trans Seram-Rumberu 19 Km. Rumberu-Rambatu, 9 Km. Dan Rambatu-Manusa, 25 Km.

Anggota DPRD Seram Bagian Barat, Rully Said Sosal kepada media ini mengatakan, pada Mei 2017, saat masih menjadi jurnalis, Dia pernah jalan kaki naik-turun gunung sejauh belasan kilo meter di wilayah ini dalam rangka meliput pelbagai masalah kesenjangan sosial yang terjadi di sana.

“Jika sebelumnya, rute dari Desa Rambatu menuju Desa Manusa ini, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama enam sampai delapan jam. Sekarang, tidak lagi. Untuk melintasi rute dimaksud, katong su bisa pake kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan estimasi waktu tempuh, kurang lebih 1,5 jam,” ujarnya.

Baca Juga  Cendekiawan Muslim Ibnu Rusyd: Dokter, Hakim & Filsafat Terkenal di Barat

Rully mengisahkan, sekira tahun 2017, Pemda SBB telah membuka akses jalan raya menuju kesana. Namun akses jalan raya tersebut, hanya sampai di Desa Rambatu. Sementara dari Rambatu ke Manusa, belum.

Rully juga bilang bahwa, memang akses jalan raya yang baru dibuka oleh Pemda SBB ini, belum sesempurna (belum di aspal) sesuai harapan masyarakat yang ada di dua desa tersebut. Tapi paling tidak, dengan hadirnya akses jalan raya baru dimaksud, masyarakat Rambatu-Manusa dalam melaksanakan aktivias keseharian, bisa sedikit lebih mudah ketika melintas di jalur tersebut.

“Meski Katong bukan pengambil kebijakan. Tapi InsyaaAllah, katong akan selalu berupaya sebaik mungkin untuk memperjuangkan setiap denyut nadi yang menjadi keluhan kebutuhan masyarakat. Sudah barang tentu, katong juga akan selalu mendorong kerja-kerja Pemerintah daerah (Eksekutif) dalam menyelesaikan pelbagai kesenjangan sosial yang ada di Bumi SBB,” tukasnya.

Baca Juga  Menakjubkan! Kota Fir'aun Berumur 3 Ribu Tahun Ditemukan di Mesir, Seperti Apa Rupanya?

Mantan jurnalis ini berharap, kehadiran ruas jalan tersebut dapat membawa berkah bagi kelangsungan kesejahteraan hidup masyarakat di wilayah Ina Mosole. (red)