76 Tahun Merdeka, Warga Sulabesi Barat Menderita, Gubernur Malut Dinilai Anak Tirikan Masyarakat Sula

oleh -92 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Usia kemerdekaan Negara Republik Indonesia sudah mencapai usia 76 tahun. Bukan usia muda, bila dikonversi pada kehidupan manusia, maka usia 76 hampir memasuki usia renta dan semua kesiapan telah matang.

Tanggal 17 Agustus yang jatuh pada,Selasa (17/8/2021) membuat semua masyarakat Indonesia menyambutnya dengan gembira, kegembiraan itu terlihat pada perayaan 17 dengan beragam kegiatan. sementara itu di tengah kegembiraan Bangsa Indonesia masih terdapat Warga 6 Desa di Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara, masih saja di perhadapkan dengan kebutuhan krusial yang belum terpenuhi.

Akses jalan menuju Kecamatan Sulabesi Barat adalah satu satunya jalan di pulau Sulabesi yang tidak ada perhatian oleh pemerintah Propinsi Maluku Utara (Malut)

Baca Juga  Komisi III DPRD Maluku Rapat Dengan Mitra

Jalan ini menjadi penghubung warga enam desa menuju Ibukota Sanana. Jalan ini juga memiliki medan yang terjal dan rusak parah sehingga pengguna jalan yang hendak ke kota Sanana harus membawa tali untuk menarik mobil bila sedang terjebak di lumpur.

“Jalan sudah berulangkali memakan korban akibat mobil terbalik. Olehnya, saya meminta pemprov agar memperhatikan jalan Sulabarat,” pinta Hayatuddin Fataruba.

Saat ditemui di warkop Aer Sontong, Desa Fatcey, Fataruba menyampaikan sungguh masyarakat di Desa Paratina, Nahi, Ona, Kabau Darat, Kabau Pantai dan Desa Wai Ina sangat membutuhkan perhatian pemerintah provinsi Maluku Utara untuk segera membangun jalan Sula Barat karena merupakan ruas jalan provinsi.

Baca Juga  Belain Dukung Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Perbudakan WNI di Kapal Ikan RRT

Hayatuddin bahkan menyampaikan Gubernur Maluku Utara, KH.Abul Gani Kasuba sangat menganak tirikan pembangunan Kepsul. Ini terlihat dari dua periode kepemimpinannya namun akses jalan menuju Kecamatan Sulabesi Barat belum juga dibangun.

“AGK sangat menganak tirikan masyarakat Kepsul, sebab pembangunan jalan Sula Barat belum juga dibangun,padahal ini sudah hampir jabatannya habis di periode kedua”, ujarnya dengan nada kesal.

Lelaki kelahiran Desa Kabau Pantai ini berharap, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi dari Daerah Pemilihan Sula – Taliabu, untuk konsisten mengawal pembangunan jalan lintas Sulabesi Barat. (ifo)

No More Posts Available.

No more pages to load.