Porostimur.com, Polman – Kisah pilu menimpa Sarina (23), warga Desa Puppuring, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Bayi yang dikandungnya berusia enam bulan meninggal meski telah diperjuangkan keras untuk mendapatkan pertolongan medis.
Akses jalan yang rusak menjadi penghalang utama. Sarina harus ditandu puluhan warga menggunakan sarung dan bambu selama lima jam, melewati jalan ekstrem, material longsor, dan menyeberangi empat sungai sebelum mencapai titik yang bisa diakses kendaraan roda empat.
Upaya Medis Tak Berhasil
Sesampainya di puskesmas, kondisi Sarina semakin memburuk. Petugas medis kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Hajja Andi Depu Polewali menggunakan ambulans. Namun, setibanya di rumah sakit, bayi Sarina tidak tertolong.
Suami Sarina, Irham, menceritakan kondisi istrinya. “Usia kandungannya baru enam bulan, tetapi dia mengalami sesak napas sehingga kami bawa ke puskesmas,” ujar Irham, Minggu (21/8/2025).
“Saat dibawa ke puskesmas detak jantung bayi masih ada, tetapi karena perjalanan sangat sulit, akhirnya bayinya meninggal,” imbuhnya.
Harapan Akan Perbaikan Infrastruktur
Irham berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah tersebut agar tidak ada lagi warga menjadi korban.
“Saya berharap istri saya menjadi pasien terakhir yang ditandu karena jalan rusak, karena kasihan pada masyarakat. Kejadian ini sudah berulang kali,” tuturnya. (red/beritasatu)




