Banyak ulama besar dalam bidang pengetahuan seperti hadits, fiqih, hingga sains, yang ternyata bukan dari bangsa Arab, melainkan dari Persia. Sejarah mencatat perpindahan pusat kekuasaan ke Baghdad pada masa Daulah Abbasiyyah telah membuka pintu asimilasi budaya yang luar biasa, dan menjadikan Persia sebagai pusat kecerdasan bagi peradaban Islam pada masa keemasannya.
Untuk bisa memahami kenapa banyak ulama besar Islam yang berasal dari Persia, kita harus mengetahui sejarah kejayaan Islam pada masa Bani Abbasiyah terlebih dahulu. Berikut penjelasan selengkapnya.
Masa Kejayaan Islam Terjadi Era Abbasiyah
Dinukil dari buku Perlukah Negara Islam karya Agus Mustofa, zaman keemasan Islam terjadi pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, yaitu antara tahun 750 M hingga 1258 M.
Ini merupakan zaman keempat kekuasaan Islam setelah zaman Rasulullah SAW di Madinah, zaman Khulafaur Rasyidin di Madinah, dan zaman Kekhalifahan Umayyah di Damaskus. Baru kemudian lahirlah Kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad.
Nama Abbasiyah diambil dari nama salah satu paman Rasulullah SAW yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib. Kekuasaan Bani Abbasiyah telah berkembang dan berkuasa selama lebih dari 300 tahun, dengan jumlah khalifah yang berkuasa sebanyak 37 orang. Dimulai dari Abu Abbas al Saffah hingga Al Musta’shim pada 1258.









