Bela JK, Pendeta John Ruhulessin: Pernyataan Soal ‘Syahid’ Harus Dilihat Secara Historis

oleh -877 views
Mantan Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku, John Ruhulessin, angkat bicara membela Jusuf Kalla terkait polemik ceramah soal “mati syahid” yang viral di media sosial.

Porostimur.com, Ambon – Mantan Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku, John Ruhulessin, angkat bicara membela Jusuf Kalla terkait polemik ceramah soal “mati syahid” yang viral di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Ruhulessin sebagai respons atas laporan dugaan penistaan agama terhadap Jusuf Kalla oleh sejumlah organisasi kepemudaan Kristen di Polda Metro Jaya. Ia menilai, pernyataan JK tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah dan dinamika sosial saat konflik di Maluku dan Poso terjadi.

Konteks Konflik dan Peran Perdamaian

Ruhulessin menegaskan, Jusuf Kalla merupakan salah satu tokoh penting dalam proses penyelesaian konflik di Maluku, khususnya melalui Perjanjian Malino II.

“Kita tahu bahwa Pak JK adalah arsitek yang bersama-sama dengan pemerintah Indonesia ketika itu ikut menyelesaikan konflik Maluku,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia mengingatkan bahwa masyarakat Maluku memiliki utang sejarah terhadap peran JK dalam meredam konflik. Bahkan, menurutnya, JK beberapa kali turun langsung ke Ambon untuk memastikan proses perdamaian berjalan.

Baca Juga  Harita Nickel dan Masyarakat Kawasi Perkuat Kolaborasi Jaga Warisan Budaya Pulau Obi

“Beberapa kali beliau datang di Ambon dan kemudian proses Malino II, beliau adalah arsitek untuk perdamaian di Maluku. Dan kita berterima kasih kepada Pak JK,” lanjutnya.

Bukan Soal Doktrin, Tapi Realitas Sosial

Ruhulessin menegaskan, pernyataan JK soal “syahid” tidak dimaksudkan untuk menyentuh doktrin agama tertentu, melainkan menggambarkan realitas sosial yang terjadi saat konflik.

No More Posts Available.

No more pages to load.