Porostimur.com | Ambon: Semenjak berada dalam situasi pandemi Covid-19, hampir seluruh sektor mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona. Salah satunya sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat, Nasir Seruali mengatakan, dengan adanya Covid-19 banyak program di Dinas Pendidikan yang tak jalan karena minimnya anggaran operasional.
“Karena tidak ada angaran oprasional dalam menjalankan tugas, semua program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB ditahun 2020 – 2021 ditambaha lagi dengan adanya Covid 19 banyak kegiatan di Dinas Pendidikan yang sudah diusulkan tidak jalan”, ungkapnya kepada Porostimur.com usai apel siang di Kantor Pemda SBB, Selasa, (11/5/2021).
Hal ini diungkapkan Seruali juga untuk menjawab keluhan dari Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB, Goflief Eugene Corpitty.
Seruali menjelaskan, bukan hanya program di bidang PAUD yang tak jalan, tapi semua bidang pun mengalami hal yang sama. Jika ada program atau kegiatan yang jalan, itu anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Kalaupun ada yang jalan itu berasal dari dana DAK, malahan dibidang PAUD masih mending karena ada DAK yang masih bisa membiayai, untuk bantuan oprasional PAUD (BOP), sedangkan di bidang kebudayaan sama sekali tidak ada angaran”, ujarnya.





